Dompu, 28/10 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat menargetkan produksi hasil budidaya rumput laut sebanyak 800.000 tahun 2011.
  Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu Syarifuddin, di Dompu, Jumat mengatakan, potensi budidaya perikanan dan kelautan di daerah ini cukup besar, termasuk budidaya rumput laut, karena itu target tersebut optimis bisa dicapai
  "Di Kwanko, Kecamatan Manggelewa saja kita membudidayakan rumput laut  seluas 300 hektare, belum lagi di perairan Tolokalo di Kecamatan Kempo hampir mencapai 200 hektare," katanya.
  Ia mengataka, selain di dua lokasi yang masuk dalam wilayah Teluk Saleh tersebut, rumput laut juga dikembangkan di wilayah Teluk Sanggar Kecamatan Kilo dan Teluk Cempi di Kecamatan Hu'u. Rata-rata di dua tempat tersebut, dibudidayakan rumput laut seluas masing-masing 250 hektare.
  Syariffudin optimis, ke depan target produksi rumput laut bisa tercapai seiring dengan ditetapkannya Kabupaten Dompu sebagai daerah penghasil rumput laut ternaik di Indonesia Timur.
  "Hasil dari pengembangan komoditi unggulan daerah tersebut, telah dirasakan oleh petani rumput laut," katanya.
  Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Dompu, pendapatan perkapita petani di Kwangko sudah mencapai Rp64 juta per tahun per Kepala Keluarga (KK).
  "Ini menunjukkan bahwa kedepan minat masyarakat  Dompu terutama yang ada di pesisir akan semakin meningkat, karena beberapa wilayah perairan laut kita belum tergarap secara optimal," katanya.
  Untuk merangsang petani rumput laut mengebangkan usaha budidaya komoditi tersebut, Pemkab Dompu menggandeng BRI Cabang Dompu, untuk membantu medal usaha petani.
  Sebanyak 150 hektare lahan rumput laut di Desa Kwangko didanai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikelola oleh koperasi petani rumput laut.
  Dia mengatakan, pemilihan koperasi untuk menangani kredit petani itu, selain memermudah pencairan kredit juga diharapkan koperasi bisa menjamin pasar rumput laut. (*)


Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026