Yogyakarta, 21/12 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada tahun anggaran 2009 mengucurkan dana stimulan senilai Rp120 juta untuk pengembangan biogas dari limbah ternak dan industri tahu.
"Pada tahun anggaran 2009 Pemkab Sleman kembali dianggarakan dana
stimulan sebesar Rp120 juta untuk pengembangan biogas. Direncanakan akan dikembangkan dua jenis biogas yakni yang berbasis kototran ternak sebanyak enam unit dan limbah tahu sebanyak dua unit," kata Kepala Bagian Humas Pemkab Sleman, Endah Sri Widiastuti, Jumat.
Menurut dia, Kabupaten Sleman memiliki jumlah sapi yang memadai
untuk dikembangkan sebagai instalasi biogas.
"Pengembangan biogas di Sleman sebenarnya telah dilakukan sejak
2003 bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta
melalaui program Kuliah kerja Nyata," katanya.
Ia mengatakan, pada 2007 pengembangan biogas dilakukan Bidang
Pertambangan Dinas Pengairan, Pertambangan dan Penanggulangan
Bencana ALam (P3BA) dengan menyediakan dana sitmulan sebesar Rp48
juta.
"Dari dana stimulan ini sudah berhasil dibangun tiga instalasi
biogas yakni di Kecamatan Minggir, Turi dan Cangkringan,"
katanya.
Kemudian pada 2008 Bidang Pertambangan kembali menyediakan dana
stimulan pengembangan biogas sebesar Rp53 juta yang kemudian
berhasil dibangun enam unit instalasi biogas di lima kecamatan
yakni dua instalasi di kecamatan Tempel, satu unit masing-masing
di Turi, Ngemplak dan Berbah.
"Pengembangan biogas ini didasarkan pada potensi yang ada di
masyarakat. Masyarakat dipersilahkan membuat proposal pembuatan
biogas dan kemudian Bidang Pertamabangan akan mencermati proposal
tersebut dan juga mencermati lokasi yang akan digunakan untuk
pembuatan biogas," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, proposal pembuatan biogas dapat
dibangun baik oleh kelompok masyarakat maupun perseorangan.
"Minimal satu unit biogas diperlukan lima ekor sapi dan Bidang
Pertamabangan sudah memiliki data lokasi usaha yang layak
dibangun insatalasi biogas," katanya.
Endah mengatakan, di seluruh Kabupaten Sleman terdapat 150 usaha
yang layak dibangun instalasi biogas.
"Pengembangan istalasi biogas ini selain dilakukan Bidang
Pertambangan juga dilakukan Bidang Peternakan di Dinas Pertanian
dan Kehutanan yang melakukan pembinaan secara langsung kepada
peternak," katanya.
Ia menambahkan, selain dana stimulan dari Bidang pertambangan,
pengembangan biogas juga dilakukan melalui alokasi dana
gotong-royong.
"Untuk mendapatkan dana gotong royong ini masyarakat harus
mengajukan permohonan untuk mendapatkan dana stimulan berupa
proposal pembuatan instalasi biogas," katanya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026