Mataram (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hardian Irfani mengingatkan agar Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof Sukardi yang baru saja dilantik menggantikan posisi Prof Bambang Hari Kusumo untuk tidak main politik praktis.
"Kami ucapkan selamat kepada Prof Sukardi. Semoga ke depan Unram bisa bersinergi dengan seluruh pemangku kebijakan dan seluruh golongan kelompok masyarakat dalam rangka peningkatan SDM di NTB," kata Lalu Ari dikonfirmasi dari Mataram, Selasa.
Ia mengatakan dengan adanya Rektor baru, Unram diharapkan bisa memberikan dampak untuk peningkatan SDM masyarakat Bumi Gora.
Di sisi lain, Lalu Ari sapaan akrabnya, Unram harus menjadi inkubator riset dan inovasi untuk membantu pemerintah daerah melaksanakan program pembangunan. Unram juga diharapkan bisa bersinergi dengan Pemprov NTB serta pemerintah kabupaten/kota se-NTB.
"Ini wajib dan harus dilakukan. Kami minta juga kembalikan kampus sebagai pusat intelektualitas, pusat riset dan inovasi," tegasnya.
Baca juga: Prof Sukardi resmi terpilih jadi Rektor Unram 2026-2030
Menurutnya sebagai kampus terbesar di NTB, Unram harus bisa mencetak generasi penerus bangsa yang unggul di NTB.
"Dan tentunya Unram harus terbebas dari politik praktis," tegas Anggota DPR RI Dapil NTB 2 Pulau Lombok ini.
Lalu Ari menegaskan, pengisian jabatan pembantu Rektor I hingga IV harus bisa merangkul semua pihak. Tidak boleh ada riak-riak dalam pengisian jabatan ke depan.
"Betul tidak boleh ada oposisi dan kelompok kelompok. Semua harus guyub dan bersatu untuk memajukan Unram," katanya.
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Sukardi dan taruhan masa depan Unram
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, resmi melantik Prof Sukardi sebagai Rektor Unram periode 2026-2030. Pelantikan dilaksanakan di gedung Graha Dikti Saintek, Lantai 2, Gedung D, Kemendiktisaintek, Selasa.
Pelantikan Rektor Unram ini dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dapil NTB Lalu Hardian Irfani, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Fauzan, Ketua Senat Unram, para Wakil Rektor dan Dekan, serta unsur pimpinan lainnya.
Menteri Pendidikan Tinggi Saintek, Prof. Brian Yuliarto menekankan pentingnya penguatan kampus sebagai agen perubahan sosial dan pendidikan yang berdampak. Dia meminta agar kampus bukan hanya tempat memproduksi ilmu, tetapi juga harus menjadi pusat inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.
Baca juga: Menakar masa depan kampus di timur Nusantara
Sementara Rektor Unram yang baru, Prof. Sukardi mengaku, Menteri Pendidikan Tinggi dan Saintek meminta agar tetap menekankan pentingnya integritas dalam pengelolaan kampus. Perlu kata Sukardi pemimpin kampus adaptif dan visioner dalam menghadapi dinamika global.
"Tentu saya berkomitmen untuk melanjutkan capaian Rektor Unram sebelumnya, sekaligus memperkuat transformasi Unram," tegas Sukardi melalui telepon dari Mataram.
Sukardi mengajak seluruh keluarga besar Unram bergerak bersama membangun kampus agar semakin maju, unggul, dan berdampak luas.
"Kami memastikan bahwa Unram tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat di NTB," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026