Hadiah itu diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Nusa Tenggara Barat (NTB) H Muhammad Nur, saat upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat Provinsi NTB, di Alun-alun Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTB, di Mataram, Jumat.
Hadiah sebagai penghargaan atas kinerjanya dalam memberikan pelayanan kesehatan itu, terbagi atas lima kategori yakni tenaga kesehatan teladan, bidan Akino (angka kematian ibu nol), sanitarian Basno (buang air sembarangan nol), bidan desa MODS (Model Operasional Desa Siaga), dan pegawai teladan di lingkungan Rumah Sakit Umum Provinsi NTB.
Penerima hadiah untuk kategori tenaga kesehatan teladan terdiri dari ahli medis (dokter) dan perawat kesehatan masyarakat dan gizi, yang dinilai terbaik dalam kinerjanya.
Ditetapkan empat orang tenaga kesehatan teladan yang berhak menerima hadiah tersebut yakni dr Hj Galuh Kirana (Puskemas Desa Beru, Sumbawa Barat), M Sadar SKep (Puskesmas Langko, Lombok Tengah), Lalu Hasanudin AmKl (Puskesmas Lenek, Lombok Timur) dan Muh Zaini Jauhari SGz (Puskesmas Keruak, Lombok Timur).
Lima orang dokter dan perawat teladan itu diberi hadiah masing-masing satu unit laptop beserta printer dan sepeda motor.
Untuk kategori bidan Akino atau bidan yang berprestasi dalam menekan/mencegah kematian ibu melahirkan. Bidan itu telah bertugas minimal lima tahun di desa namun dalam 10 tahun tidak ada kematian ibu melahirkan, dan memiliki program inovatif dan kinerja programnya diatas target yang ditetapkan.
Ditetapkan 10 orang bidan yang layak menerima hadiah tersebut, terdiri dari tiga orang penerima sepeda motor masing-masing satu unit, dan tujuh orang penerima Pin Akino yang terbuat dari emas.
Tiga bidan penerima sepeda motor itu yakni Lili Alia (bidan Desa Bale Brang, Sumbawa), Sri Hastuti (bidan Desa Batu Nampar, Lombok Timur) dan Tuti Kartini (bidan Desa Sangiang, Kabupaten Bima).
Tujuh bidan penerima Pin Emas masing-masing Qurantel Aeni (bidan Desa Abin Tubuh Baru, Kota Mataram), Dewi Kusumawati (bidan Desa Labuhan Tereng, Lombok Barat), Sunitra Helmiyanti (bidan Desa Pemenang Barat, Lombok Barat), Ni Komang Swasti (bidan Desa Pemepek, Lombok Tengah), Yuliana Amd Keb (bidan Desa Adu, Dompu) dan Farmila Zulfadianti (bidan Desa Rabangodu, Kota Bima).
Sementara itu, hadiah untuk sanitarian Basno diberikan kepada tenaga sanitarian yang berhasil/berprestasi dalam program buang air besar sembarangan nol di tingkat desa, yang ditandai dengan cakupan atau akses jamban 100 persen.
Tiga sanitarian Basno masing-masing Lalu Bagus Wikrama SKM MPH (staf Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur), Ida Bagus Ketut Puja Wijaya (Puskesmas Gerung, Lombok Barat) dan H Sahnan SSos (staf Dinas Kesehatan Lombok Tengah), mendapat hadiah masing-masing satu unit sepeda motor.
Pemerintah juga memberikan hadiah kepada lima orang bidan MODS yang berhasil mengelola, berkoordinasi dalam mengaktifkan desa siaga, masing-masing Ni Lih Murwati S Mumpuni, Amd Keb (Kelurahan Kekalik Jaya, Kota Mataram), Fairus Amd Keb (Kelurahan Karang Pule, Mataram), Baig Enita Rohayani (Desa Karang Bongkot, Lombok Barat), Atun Rahmiyatun (Desa Suranadi, Lombok Barat) dan Wayan Sudiari (Desa Tempos, Lombok Barat).
Kelima bidan MODS itu juga maisng-masing mendapat satu unit sepeda motor agar lebih giat bekerja.
Sedangkan hadiah untuk pegawai teladan di RSU Provinsi NTB yang dinilai berprestasi dan berkinerja baik yang ditinjau dari aspek disiplin, kerapihan, komunikasi, pengetahuan, ketrampilan dan loyalitas, berupa piagam penghargaan, tropi dan paket hadiah lainnya, yang diberikan kepada tiga orang masing-masing dr Salim Thalib SpPP (dokter spesialis terbaik), Rosnita W Amd Kep (perawat terbaik), Sri Hamzawadi (cleaning service terbaik).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H Moch Ismail, mengatakan, anggaran pengadaan hadiah untuk bidan Akino, sanitarian Basno dan petugas sanitarian teladan serta pegawai teladan di RSU Provinsi NTB bersumber dari APBD Provinsi NTB 2011.
"Kalau anggaran pengadaan hadiah untuk bidan desa MODS dan tenaga kesehatan teladan bersumber dari APBN," ujarnya.
Menurut Ismail, pemberian hadiah itu dimaksudkan untuk memotivasi peningkatan kinerja pelayanan medis, sekaligus mendorong petugas medis lainnya agar bekerja maksimal.
Diupayakan pemberian hadiah kepada para "pahlawan" kesehatan itu akan terus berlanjut setiap tahun anggaran, sehingga membuka ruang kepada petugas medis lainnya untuk bersikap dan bertingkah laku teladan.
"Pantas saja kalau petugas medis yang dianggap teladan mendapat 'reward' saat peringatan Hari Kesehatan Nasional yang digelar setiap tahun. Mereka telah bekerja keras meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sehingga layak mendapat hadiah," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026