Mataram, 8/4 (ANTARA) - PT Anasia Nusantara Tangkong (ANT) akan membangun fasilitas akomodasi di Gili (pulau kecil) Tangkong, di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat dengan memanfaatkan lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB).

   Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Provinsi NTB, Jalal di Mataram, Rabu mengatakan, ANT akan memanfaatkan lahan seluas 7,27 hektare lahan dari luas Gili Tangkong seluas 14 hektare di Kecamatan Sekotong yang disewa tiga warga negara asing selama 50 tahun dari pemprov.

   Pemprov NTB menyewakan separuh lahan pulau kecil Gili Tangkong di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, seluas 14 hektare kepada tiga warga asing, masing-masing Dirk Bergsma (Belanda), Philip Cherpentier dan Marc Bergeron (Prancis) selama 50 tahun.

   "Pihak PT ANT telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemprov NTB tahun 2004 dan akan mulai membangun fasilitas akomodasi tahun 2009 berupa 30 kamar hotel dan 120 vila mewah dan rumah panggung bertaraf hotel berbintang 3 atau 4 yang dilengkapi failitas wisata dan olahraga bahari," katanya
Ia mengatakan, perusahaan yang menggunakan fasilitas Penanaman Modal Asing (PMA) itu kini sedang menunggu proses penyelesaian izin membangun dari Gubernur NTB dan pembangunan fisik akan dimulai 2009.

   Menurut rencana, ANT akan menanamkan modalnya 1,55 juta dolar AS untuk membangun 40 unit kamar vila mewah dan rumah panggung setaraf hotel berbintang 3 atau 4 dilengkapi fasilitas wisata dan olahraga bahari.

   Perusahaan tersebut akan membangun "resort island" yang disukai orang Eropa dan Jepang yang belum ada di Indonesia. Untuk membangun fasilitas di Gili Tangkong, Dick menggandeng Philip Cherpentier yang selama ini bekerja sebagai pengusaha realestat dan Marc Bergeron yang menangani usaha rumah panggung.

   Berdasarkan penelitian prospek pariwisata NTB, khususnya pelayaran wisata bahari yang dimulai dari suatu pulau di dalam kawasan wisata bahari terpadu dan mandiri sangat positif, di Indonesia belum ada "resort island", padahal telah lama dikenal konsep pengembangan wisata bahari tersebut.

   Ke depan Gili Tangkong yang bisa ditempuh dalam waktu 20 menit menggunakan perahu motor dari Pelabuhan Lembar itu diharapkan bisa menjadi pintu utama menuju pulau-pulau kecil di Indonesia.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026