"Jangan stres menghadapi ujian kompetensi, para guru harus memiliki keyakinan untuk lulus. Caranya harus benar-benar mempersiapkan diri dan yakin mampu menjawab soal uji kompetensi dengan baik," katanya di Bima, Selasa.
Imbauan itu disampaikan pada acara "road show" program kemitraan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) se kabupaten/kota di SMK Negeri 2 Kota Bima.
Ia meyakini sebanyak 355 guru di Kota Bima yang masuk gerbong sertifikasi lulus 100 persen pada uji kompetensi yang akan digelar pada Februari 2012 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara nasional.
Rahman juga berpesan kepada para guru jika sudah lulus uji kompetensi dan mendapatkan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok agar meningkatkan kreativitas dalam mengajar agar dunia pendidikan di Kota Bima mengalami kemajuan.
Pemkot Bima terus berikhtiar menjadikan daerahnya sebagai kota pendidikan dengan berbagai program pendukungnya. Salah satunya, yakni meningkatkan keahlian, kompetensi dan profesionalisme guru.
Selain itu Pemkot Bima juga akan menyiapkan anggaran untuk tambahan penghasilan bagi guru setiap bulan. Pihaknya sudah menyusun surat keputuan (SK) tentang tunjangan untuk guru yang bersumber dari dana ABPD itu dan tinggal ditandatangani wali kota.
"Jangan melihat berapa besarnya tambahan penghasilan bagi guru nantinya, tapi lihatlah i'tikat baik pemerintah yang memberikan penghargaan kepada guru. Kami sadar, kualitas pendidikan dan masa depan anak bangsa, ditentukan dengan kehadiran seorang guru," ujarnya.
Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Nusa Tenggara Barat (NTB) M Irfan, mengungkapkan, uji kompetensi sangat menentukan apakah seorang guru dapat lolos ke tahap berikutnya pada proses sertifikasi guru.
Begitu pentingnya uji kompetensi itu, maka guru yang akan disertifikasi harus banyak dibekali dengan peningkatan mutu. Peningkatan kualitas kompetensi guru menjadi tanggung jawab Pemkot Bima dan DPRD melalui keberpihakan anggaran.
"Jangan sampai yang lulus ujian kompetensi hanya 30 persen dari total kuota yang diberikan. Jika itu terjadi, maka 70 persen guru yang tidak lulus akan menyalahkan Pemkot Bima dan DPRD," ujarnya.
Oleh sebab itu, Irfan mengimbau Dikpora Bima agar berupaya maksimal mungkin mempersiapkan para guru menghadapi ujian kompetensi dan mengalokasikan anggaran untuk menggelar beberapa pelatihan dan program persiapan menghadapi ujian kompetensi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026