Mataram, 24/1 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengingatkan bulog agar tetap menjaga kualitas beras untuk keluarga miskin, agar tidak terjadi lagi butiran beras berbubuk yang disalurkan untuk warga miskin.
"Kami mengingatkan bulog agar jaga kualitas raskin, jangan sampai terulang kasus lalu saat distribusi raskin jatah Oktober-November 2011," kata Kepala Biro Ekonomi Setda NTB Yoga Safari di Mataram, Selasa.
Pada pertengahan November 2011, sejumlah warga Kota Mataram mengeluhkan kualitas beras jatah raskin yang mereka terima dari petugas Bulog NTB untuk jatah distribusi Oktober dan Nopember 2011.
Warga di Lingkungan Pelita Jaya, Kelurahan Dasan Agung, Kota Mataram, misalnya, mengaku menerima jatah raskin yang berbentuk butiran berbubuk, butiran beras bercampur kulit padi, dan beras yang berwarna kekuning-kuningan.
"Kalau saya masak, cucinya empat sampai enam kali. Itu pun setelah dimasak masih tetap bau apek," ujar Inaq Sari, warga RT 02, sambil menunjukkan beras jatah raskin yang dimilikinya.
Sari dan tetangganya yang juga menerima beras jatah raskin itu terpaksa menyiasatinya dengan mencuci dengan air garam guna menghilangkan bau yang tidak wajar, daripada harus membeli beras di pasar yang harganya melonjak hingga Rp8.000/kilogram.
Yoga mengatakan, peringatan agar bulog menjaga kualitas raskin itu dipandang penting karena Bulog Divisi Regional (Divre) NTB akan memulai pendistribusian beras untuk keluarga miskin (raskin) 2012, yang disalurkan sekaligus untuk jatah Januari-Februari 2012, sesuai instruksi Menteri Koordinator (Menko) Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Pada 6 Januari 2012, Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat Kementerian Koordinator Kesra Adang Setiana, menyurati Bulog agar menyalurkan raskin jatah bulan Januari dan Februari 2012 pada bulan Januari 2012.
Tembusan surat dari Kemenko Kesra itu juga ditujukan kepada Pemprov NTB agar diketahui dan dimaklumi.
Penyaluran raskin diawal 2012 itu dipercepat karena beralasan petani pada tenggang waktu itu tengah mengalami musim paceklik, dan adanya cuaca buruk yang memengaruhi ketersediaan stok pangan.
Beras di gudang Bulog NTB tersedia sebanyak 20 ribu ton, yang akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan raskin jatan Januari-Februari 2012.
Kepala Divre Bulog NTB Rusdianto, juga telah menemui Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, pada Jumat (20/1) dan menginformasikan hendak meluncurkan pendistribusian raskin 2012, pada Rabu (25/1).
Hanya saja, distribusi raskin di awal 2012 itu masih mengacu kepada kuota raskin 2011, karena pemerintah masih memperbaharui kuota raskin 2012, yang diperkirakan baru akan akan rampung Mei mendatang.
Sesuai kuota 2011, jatah raskin untuk NTB mencapai 8.500 ton sebulan, sehingga akan mencapai 17 ribu ton untuk jatah dua bulan.
Kuota raskin 2011 untuk NTB sebanyak 100.670.400 kilogram untuk 559.280 rumah tangga sasaran (RTS), yang akan disalurkan melalui 916 titik distribusi atau 916 desa pada 116 kecamatan yang menyebar di 10 kabupaten/kota di wilayah NTB.
Setiap RTS mendapat jatah 15 kilogram per bulan dengan harga tebus sebesar Rp1.600 per kilogram di titik distribusi.
Rinciannya, pagu raskin untuk Kota Mataram sebanyak 4.623.480 kilogram untuk 25.686 RTS, Kabupaten Lombok Barat sebanyak 16.242.840 kilogram untuk 90.238 RTS, Lombok Utara sebanyak 5.601.960 kilogram untuk 31.122 RTS, Lombok Tengah sebanyak 23.061.960 kilogram untuk 128.122 RTS, Lombok Timur sebanyak 25.814.700 kilogram untuk 143.415 RTS.
Pagu raskin untuk Kabupaten Sumbawa sebanyak 7.373.160 kilogram yang diperuntukannya kepada 40.962 RTS, Sumbawa Barat sebanyak 1.630.980 kilogram untuk 9.061 RTS, Dompu sebanyak 4.830.480 kilogram untuk 26.836 RTS, Kabupaten Bima sebanyak 9.798.660 kilogram untuk 54.437 RTS dan Kota Bima sebanyak 1.692.180 kilogram untuk 9.401 RTS. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026