Mataram, 28/1 (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry mulai membuka jalur penyeberangan dari pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, menuju pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Barat, setelah ditutup sejak Senin (23/1).

  "Dini hari tadi pukul 03.00 Wita, kami berangkat satu unit kapal ferry dari pelabuhan Sape menuju Labuan Bajo dan tiba dengan selamat setelah menempuh perjalanan delapan jam," kata Kepala PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Sape Jumono, yang dihubungi dari Mataram, Sabtu.

  Ia mengatakan, waktu tempuh kapal penyeberangan ferry dari pelabuhan Sape ke Labuan Bajo 7-8 jam sehingga pelayaran pertama setelah ditutup karena cuaca buruk itu, masih dikategori normal.

  Pelayaran dari Sape menuju Labuan Bajo dapat ditempuh melalui dua jalur yakni jalur utara melintasi Laut Flores, dan jalur selatan melintasi Laut Sawu namun harus lebih dulu menyinggahi pelabuhan Waikelo, Kabupaten Sumbawa Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

  Setiap hari, PT Indonesia Ferry Cabang Sape memberangkatkan satu unit kapal penyeberangan ke Labuan Bajo, kemudian menempuh rute ke Waikelo, Kabupaten Sumba Barat Daya, dan kembali ke Sape. Jumlah kapal ferry pada rute penyeberangan Sape-Labuan Bajo sebanyak tiga unit.

Jika merujuk kepada informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca masih buruk terutama di jalur selatan melintasi Laut Sawu. Tinggi gelombang di jalur itu masih mencapai 4-6 meter, dengan kesepakatan angin berkisar antara 35-40 knot.

  "Kalau di jalur utara melintasi Laut Flores tinggi gelombang berkisar 2-3 meter, dengan kecepatan angin maksimum 35 konot, sehingg pelayaran pertama setelah ada penutupan karena cuaca buruk, melintasi jalur utara dan tiba dengan selamat dalam jarak tempuh yang masih normal," ujarnya.

  Jumono mengatakan, arah angin dari barat ke barat laut sehingga membantu pelayaran dari Sape menuju Labuan Bajo, tetapi tidak sebaliknya sehingga saat itu, tiga unit kapal ferry sedang berada di pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

  Pemberangkatannya dari Labuan Bajo ke Sape dan Waikelo, disesuaikan dengan perkembangan cuaca.

  "Kami juga terus berkoordinasi dengan Sah Bandar, dan Administrator Pelabuhan, karena setiap pemberangkatan ferry harus ada persetujuan pihak-pihak terkait," ujarnya.

  Menurut Jumono, cuaca relatif baik di malam hari sehingga pemberangkatan tiga unit kapal ferry dari Labuan Bajo dijadwalkan Sabtu (28/1) malam pukul 12.00 Wita, kemudian Minggu (29/1) pukul 03.00 Wita dan pukul 06.00 Wita.

  Saat ini, antrean kendaraan pengangkut barang dan orang juga lebih banyak di pelabuhan Labuan Bajo, yang mencapai 81 unit truk besar, 36 unit truk sedang dan tujuh unit kendaraan kecil.

  Antrean kendaraan juga terjadi di pelabuhan Sape, yang mencapai 51 unit truk besar, 31 unit truk sedang dan 10 unit kendaraan kecil.

  "Diupayakan malam hingga dini hari nanti, sebagian kendaraan pengangkut barang dan orang di Labuan Bajo terangkut ke Sape. Satu unit kapal ferry bisa mengangkut 16 unit kendaraan, sehingga tiga unit itu dapat mengangkut 48 unit," ujarnya. (*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026