Mataram, 31/1 (ANTARA) - Badan Amil Zakat Daerah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, berhasil menghimpun dana sebesar Rp1,3 miliar lebih dari wajib zakat, infaq dan sadakah, selama 2011.

  "Hasil pengumpulan zakat, infaq dan sadakah dari tahun ke tahun terus meningkat, pada 2009 terkumpul sebesar Rp1,1 miliar lebih, dan pada 2010 meningkat menjadi Rp1,7 miliar lebih," kata Ketua Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kota Mataram H Mahsar Malacca, pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penerapan Zakat Profesi Untuk Mengentaskan Kemiskinan di Kota Mataram, Selasa.

  Rakor tersebut juga dihadiri DR. H. Mutawalli sebagai nara sumber kunci yang memaparkan materi tentang zakat profesi yang dihubungkan dengan beberapa landasan kisah dan hadis.

  Mahsar mengatakan, penerimaan BAZDA Kota Mataram pada 2011 itu, belum termasuk penerimaan sisa zakat, infaq dan sadakah (ZIS) 2010 yang tercatat sebesar Rp559,79 juta lebih.

  Dengan demikian, total penerimaan BAZDA Kota Mataram selama 2011 mencapai Rp1,87 miliar lebih.

  "Zakat, infaq dan sadakah yang terkumpul itu baru sepertiga dari target, jika peraturan zakat profesi 2,5 persen diterapkan, maka jumlah dana ZIS yang terkumpul akan lebih besar lagi, sehingga program bantuan pengentasaan kemiskinan di Kota Mataram akan lebih banyak lagi," ujarnya.

  Mahsar mengatakan, rakor penerapan zakat profesi itu bertujuan mendorong peningkatan dan upaya menggali potensi ZIS yang dapat dihimpun, kemudian menyalurkannya kepada yang berhak menerima.

  Terutama, potensi ZIS yang bersumber dari zakat profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintah Kota Mataram, yang dihimpun melalui Bazda Kota Mataram.

  Pada kesempatan itu, Mahsar mengungkapkan program Bazda yang telah dilaksanaan sejak lembaga itu terbentuk pada tahun 2006.

  Program tersebut antara lain, pendidikan beasiswa miskin berprestasi, bimbingan belajar bagi siswa SMP/MTs, pengadaan buku murah, program rehab Rumah Tidak layak Huni (RTLH), dan lainya.

  Mahsar berharap dengan adanya kegiatan rakor tersebut dapat meningkatkan kesadaran PNS untuk menitipkan ZIS melalui Bazda Kota Mataram.

  Potensi ZIS di Kota Mataram dapat mencapai Rp3,3 miliar lebih, dengan asumsi jumlah pegawai di Kota Mataram mencapai 6.600 orang dengan pengeluaran ZIS rata sebesar Rp50 ribu per orang.

  Sementara itu, Staf Ahli Bidang SDM dan Keagamaan, yang mewakili Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, memberikan apresiasi atas kiprah BAZDA dalam membantu mengentaskan kemiskinan di Kota Mataram yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan.  

  "Diharapkan ke depan Bazda lebih aktif lagi memberikan motivasi kepada pegawai khususnya agar dapat menyalurkan ZIS, yang kemudian dikelola dengan baik serta dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan umat," katanya. (*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026