Jakarta (ANTARA) - Bumame Farmasi meminta seluruh lapisan masyarakat untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan tiap individu meski sejumlah aturan penanganan COVID-19 telah dilonggarkan oleh pemerintah.

“Kesehatan itu adalah hal yang krusial, jadi kita ingin kepedulian masing-masing orang tentang kesehatan itu lebih besar lagi,” kata Public Relation Bumame Jakarta Afifah Nurdin saat ditemui ANTARA usai CSR Grand Launch Bumame Health di Jakarta, Rabu (3/8).
 

Afifah menuturkan dari data yang dimiliki pihaknya, tren testing dan tracing yang dilakukan oleh masyarakat kini menunjukkan perubahan yang dinamis. Sebab, mengikuti tiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Adanya kebijakan yang menyatakan tidak perlu menggunakan hasil tes COVID-19, setelah mendapatkan vaksin dosis booster. Hal itu memicu terjadinya perilaku di mana pemeriksaan dilakukan hanya untuk mendapatkan bukti administrasi agar bisa berpergian, bukan karena adanya kepedulian menjaga sesama atau perhatian pada kondisi kesehatan masing-masing.

Afifah mengaku menyayangkan situasi tersebut, karena setelah dua tahun pandemi, masyarakat sudah bisa memahami pentingnya menjaga kesehatan dari penularan virus COVID-19 yang saat ini banyak melahirkan subvarian baru.

Baca juga: 11 puskesmas pantau kesehatan haji setelah pulang
Baca juga: Dinkes: Penerapan protokol kesehatan bisa mencegah cacar monyet

Walaupun demikian, ia menjelaskan bahwa kepedulian masyarakat di daerah perkotaan seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) sudah jauh lebih baik. Banyak orang memeriksakan diri begitu merasakan gejala COVID-19 seperti batuk, pilek dan demam.

Sayangnya, kepedulian di daerah lainnya masih perlu ditingkatkan. Terutama terkait dengan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan agar penularan tidak semakin meluas.

Guna meningkatkan kepedulian masyarakat terkait kondisi kesehatan, pihaknya telah berinovasi dengan mendirikan apotek dan medical check up di satu tempat berbarengan dengan tempat tes COVID-19, sehingga pelayanan pada masyarakat dapat jauh lebih mudah.

“Orang-orang Indonesia harus lebih paham dan peduli pada kesehatan. Makanya, sekarang kita bukan cuma mengedepankan tes COVID saja, tapi ada apoteknya, ada medical check up nya juga. Jadi orang bisa akses semua layanan kesehatan di satu lokasi,” kata dia.

Afifah turut menekankan apabila kesehatan merupakan hal krusial yang harus dijaga melalui penerapan disiplin protokol kesehatan dan tetap melakukan pemeriksaan, guna mencegah dampak buruk dari COVID-19.

“Kita bertanggung jawab ke keluarga, ke lingkungan kita, kalau kita membawa virus seperti rasanya tidak enak beraktivitas kalau terkena virus. Harapannya bisa lebih baik lagi tidak hanya kesehatan tubuhnya tapi juga secara mental, kepeduliannya bisa lebih tinggi di luar adanya COVID-19 atau tidak,” ucap dia.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026