Mataram, 22/2 (ANTARA) - Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Nusa Tenggara Barat M Irfan, mengatakan pelaksanaan uji kompetensi guru yang disertifikasi pada 2012 melibatkan 330 pengawas yang akan memantau pelaksanaan kegiatan tersebut.

  "Para pengawas tersebut akan memantau di 330 ruang ujian yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB). Jadi, satu ruangan, satu pengawas," katanya di Mataram, Rabu.

  Ia mengatakan, dari 330 orang pengawas uji kompetensi guru tersebut, 10 orang berasal dari Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Universitas Mataram (Unram), selaku pengendali mutu uji kompetensi.

  Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) wilayah NTB juga dilibatkan sebanyak 11 orang yang akan menyebar di sepuluh kabupaten/kota tempat penyelenggaran ujian kompetensi.

  Sepuluh kabupaten/kota tersebut adalah Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, dan Kabupaten Bima, serta Kota Bima.

  "Pengawas lainnya berasal dari LPMP NTB yang juga akan disebar ke seluruh kabupaten/kota penyelenggara. Mereka akan bergabung dengan pengawas dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) kabupaten/kota," ujarnya.

  Irfan mengatakan, pelaksanaan uji kompetensi akan dilakukan pada 25 Februari 2012. Proses perbanyakan master soal sudah rampung dan akan segera didistribusikan ke masing-masing daerah.

  Jumlah guru yang akan ikut uji kompetensi sebanyak 6.472 orang. Sebelumnya sebanyak 5.788 orang, namun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan kesempatan untuk melakukan penambahan karena NTB dinilai provinsi paling cepat menyelesaikan administrasi dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia.

  Menurut dia, uji kompetensi merupakan pra syarat untuk menuju tahapan pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG). Bagi guru yang tidak lulus uji kompetensi tidak berhak mengikuti tahapan selanjutnya dan tidak memperoleh tunjangan sertifikasi.

  Uji kompetensi merupakan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang harus dijalankan oleh masing-masing LPMP di daerah.

  "Itu adalah tugas negara yang harus dilaksanakan dengan baik. Terlepas dari adanya pro dan kontra dari berbagai pihak," ujarnya.

  Irfan mengatakan, uji kompetensi mencakup empat kompetensi yang sebenarnya sudah dimiliki oleh guru dan dilaksanakan setiap hari, yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, profesionalisme dan sosial.

  Untuk itu, ia mengimbau kepada para guru peserta uji kompetensi untuk tidak tergiur iming-iming dari oknum yang tidak bertanggungjawab yang menjanjikan kelulusan. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026