Lombok Timur, 15/3 (ANTARA) - Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, terisolasi karena infrastruktur jalan tertimbun longsor yang disebabkan cuaca buruk sejak tiga hari terakhir.

  ANTARA Mataram, Kamis melaporkan, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melalui jalan provinsi mulai dari Kecamatan Suela karena rusak berat yang diperparah dengan adanya timbunan tanah longsor di jalur hutan lindung Pusuk menuju Kecamatan Sembalun.

  Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi sejak Senin (11/3) hingga Kamis, masih mengguyur wilayah tersebut.

  Cuaca ekstrem itu juga menyebabkan banjir bandang di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, pada Selasa (13/3).

Terjangan air bah itu memutuskan jembatan di Desa Madayin, yang menghubungkan Kecamatan Sambelia dengan Kecamatan Sembalun.   

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sudah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak melalui jalur hutan lindung Pusuk, Sembalun karena berbahaya bagi keselamatan jiwa.

  "Akses jalan mulai dari Kecamatan Suela, hingga hutan lindung Pusuk, Kecamatan Sembalun berbahaya untuk dilalui pengendara. Cuaca ekstrem masih terjadi," kata Bupati Lombok Timur H M Sukiman Azmi.

  Cuaca ekstrem itu juga menyebabkan banjir di Desa Sembalun Lawang. Warga diminta untuk tetap waspada dan mengungsi ke tempat aman karena banjir yang sebelumnya sudah surut bisa terjadi lagi secara tiba-tiba.

  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur Saiful Bahri, mengatakan, pihaknya kesulitan menembus Kecamatan Sembalun, dari jalur Suela.

  "Begitu juga melalui jalur Sambelia sangat tidak memungkinkan karena jembatan Madayin yang menghubungkan Sembalun dengan Sambelia, putus diterjang banjir bandang.

  Meskipun demikian, kata dia, pihaknya bersama BPBD Provinsi NTB tetap berupaya untuk membantu warga Sembalun yang mengungsi, agar bisa memperoleh bahan makanan.

  Berbagai kebutuhan pokok yang disalurkan untuk warga Sembalun, berupa beras, mi instan dan keperluan lainnya yang dibutuhkan bagi korban bencana alam.

  Pemkab Lombok Timur, kata dia, terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kabupaten Lombok Utara, agar bisa menyalurkan bantuan makanan melalui jalur utara Pulau Lombok, yang masih memungkinkan untuk dilalui kendaraan.

  "Kami terkonsentrasi di dua kecamatan yang dilanda bencana alam, yakni Sembalun dan Sambelia. Tapi kami terus berupaya menembus lokasi bencana meskipun akses jalan dan jembatan terputus," katanya.

  Banjir dan timbunan material padat di Kecamatan Sembalun merusak 80 hektare sawah yang ditanami padi dan 400 hektare terendam air setinggi 0,5 hingga 1 meter. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026