ANTARA Mataram, melaporkan, belasan mobil unit pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat dikerahkan untuk memadamkan kobaran api yang membakar produk makanan dan minuman ringan yang tersimpan di dalam gudang.
Dua unit mobil 'water canon' milik Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) juga ikut dikerahkan untuk membantu pemadaman kobaran api.
Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, anggota polisi dari Polres Mataram serta aparat dari TNI Angkatan Darat juga ikut terlibat membantu proses pemadaman api.
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran salah satu gudang penyimpanan produk makanan ringan terbesar di Kota Mataram tersebut.
Informasi yang diperoleh dari sejumlah saksi mata, kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 17.30 Wita, ketika karyawan UD Permai sudah pulang kerja.
"Suasana sudah sepi. Gudang juga sudah ditutup rapat, sehingga tidak ada yang mengetahui kalau barang-barang yang ada di dalam gudang terbakar. Saya hanya melihat asap tebal dan jilatan api keluar dari celah-celah gudang," kata seorang saksi mata.
Akibat peristiwa kebakaran itu, arus lalu lintas di Jalan Prabu Rangkasari macet total karena ratusan warga berkerumun di tengah jalan menyaksikan kobaran api yang sudah merobohkan atap bangunan gudang yang terbuat dari besi.
Antrean kendaraan roda dua dan roda empat yang melalui jalur tersebut juga menghambat laju kendaraan pemadam kebakaran yang datang dari arah utara.
Aparat kepolisian akhirnya menutup jalur tersebut bagi kendaraan agar mobil pemadan kebakaran leluasan untuk masuk ke lokasi kebakaran.
Peristiwa kebakaran itu juga menyebabkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Dasan Cermen, Cakranegara, ditutup sementara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Hingga berita ini diturunkan, para petugas pemadam kebakaran dan aparat keamanan serta masyarakat masih berupaya memadamkan kobaran api.
(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026