"Kami lebih menonjolkan aksi solidaritas untuk para buruh, dengan cara membagi-bagikan bunga. Tidak ada aksi yang mengarah ke tindakan anarkis," kata Ketua Harian Federasi Serikat Nelayan Tani Buruh Indonesia (FS-NTB Indonesia) Ahmad Syarif Husein, di Mataram, Senin.
FS-NTB Indonesia itu merupakan gabungan dari Serikat Buruh Jasa Transportasi dan Angkutan (SB-Jatra), Perhimpunan Tani Indonesia (Petani), Asosiasi Buruh Umum dan Informal (Asbumi), Asosiasi Karyawan Adil Sejahtera (Asokadira), dan Aliansi Masyarakat Pesisir Nusantara (Amapi Nusantara).
Ahmad mengatakan, aksi bagi bunga saat memperingati Hari Buruh Sedunia itu akan berlangsung di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nusa Tenggara Barat (NTB), Polda NTB, dan Kantor Gubernur NTB.
"Kami akan melibatkan sekitar 300 orang buruh dan setiap orang akan memegang bunga untuk dibagikan kepada berbagai pihak, seperti pejabat, politisi dan masyarakat luas," ujarnya.
Selain aksi bagi bunga, FS-NTB Indonesia juga akan menyampaikan tuntutan para buruh yang menghendaki Hari Buruh Sedunia ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Tuntutan lainnya yakni keadilan bagi para buruh yang terlibat masalah di tempat kerja, sebab para buruh juga manusia yang layak diperlakukan secara adil.
"Kami akan angkat dua kasus yang dialami buruh yang bekerja di Perusahaan Tama Rinjani dan PD Kali Jernih. Keduanya hendak dipecat karena terindikasi menggelapkan dana perusahaan, namun kebijakan pemecatan bukan solusi terbaik, karena masih dapat ditempuh cara ganti rugi," ujarnya.
Tuntutan lainnya, kata Ahmad, yakni penerapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang masih belum dipatuhi oleh perusahaan tertentu.
Sementara aturan mewajibkan pengguna tenaga kerja memberi upah minimum sesuai UMP dan UMK yang ditetapkan pemerintah daerah.
"Sanksi hukumnya pidana menurut Undang Undang Tenaga Kerja, tetapi masih ada perusahaan yang mengabaikan kewajiban itu, makanya hal itu akan disoroti dalam aksi pada peringatan Hari Buruh Sedunia 2012," ujarnya.
Ahmad mengaku, tengah memantapkan rencana aksi bersama dengan Serikat Petani Nasional (SPN) NTB yang juga akan menerjunkan ratusan buruh untuk beraksi pada Selasa (1/5) pagi hingga siang.
"Agendanya relatif sama, namun akan ada aksi bersama di jalan-jalan utama Kota Mataram, dan kantor/dinas teknis terkait," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026