Indonesia ajak G20 buka pasar kerja penyandang disabilitas

id G20 EWG,G20 LEMM,G20 ketenagakerjaan,G20 Indonesia,G20 di Bali,Menaker Ida Fauziyah,Kemenaker RI

Indonesia ajak G20 buka pasar kerja penyandang disabilitas

Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah (dua kiri) mendengar paparan dari perwakilan lembaga nonprofit Menembus Batas di lokasi pameran G20 Labour and Employment Ministers’ Meeting (LEMM) di Ayana Resort Bali, Jimbaran, Badung, Bali, Senin (12/9/2022). ANTARA/Genta Tenri Mawangi

Badung (ANTARA) - Indonesia, pada pertemuan tingkat menteri ketenagakerjaan G20 (LEMM) di Jimbaran, Badung, Bali, pada 14 September 2022, mengajak negara-negara anggota untuk membentuk pasar kerja agar lebih inklusif, sehingga terbuka bagi penyandang disabilitas.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Ida Fauziyah di sela kegiatannya meninjau persiapan G20 Labour and Employment Ministers Meeting (LEMM) di Ayana Resort Bali, Jimbaran, Senin, menyampaikan pasar kerja inklusif menjadi agenda yang diperjuangkan oleh Indonesia saat pertemuan tingkat menteri G20, Rabu (14/9).

“Inklusivitas pasar kerja (yang menjadi isu prioritas Indonesia, red.). Saya kira pasar kerja harus terbuka kepada kelompok disabilitas, kemudian peningkatan kompetensi berbasis komunitas,” kata Ida Fauziyah menjawab pertanyaan wartawan.

Ia menyampaikan Indonesia yang pada tahun ini menjabat sebagai ketua G20, meyakini bahwa pemulihan ekonomi dunia setelah terdampak pandemi COVID-19 harus menjadi kesempatan untuk membuat pasar kerja menjadi lebih inklusif, sehingga tidak ada satu kelompok pun yang tertinggal.

“Kami, Pemerintah Indonesia berpandangan bahwa pemulihan ekonomi dunia serta antisipasi sejumlah dinamika ketenagakerjaan global membutuhkan kerja sama, membutuhkan gotong royong seluruh negara dunia, karena kerja sama dan gotong royong ini akan mengakselerasi, memastikan inklusivitas serta tidak ada negara atau pihak yang tertinggal dalam proses pembangunan ini,” kata Menaker RI.

Oleh karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI di lokasi acara G20 LEMM, menggelar pameran yang menunjukkan praktik baik (best practice) Indonesia membuka pasar kerja untuk penyandang disabilitas.

Baca juga: Butuh peran serikat pekerja atasi persoalan ketenagakerjaan
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan tingkatkan produktivitas pekerja lewat gerakan sejuta langkah


Di lokasi pameran, beberapa booth seperti DNetwork dan Menembus Batas menunjukkan peran aktif lembaga nonpemerintah turut serta membentuk pasar kerja menjadi lebih inklusif. “Tujuannya (dari pameran ini, red.) kami ingin menunjukkan bahwa Presidensi G20 Indonesia tidak hanya berbicara konsep. Namun, kami juga memiliki contoh atau role model sebagaimana yang selama ini kami gaungkan di forum G20 EWG Meeting,” kata Ida Fauziyah.


G20 EWG merupakan pertemuan pejabat senior setingkat deputi atau direktur jenderal yang membahas berbagai isu buruh dan ketenagakerjaan global, yang rekomendasinya bakal diteruskan ke pertemuan tingkat menteri (G20 LEMM). Pertemuan ke-6 G20 EWG pada 12–13 September 2022 yang juga berlangsung di Jimbaran, Bali, menjadi bagian dari rangkaian G20 LEMM tahun ini.

Tidak hanya terkait pasar kerja yang lebih inklusif, Indonesia juga mengusung tiga isu prioritas lainnya pada G20 LEMM, yaitu pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk pertumbuhan produktivitas yang berkelanjutan, penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan dalam menghadapi perubahan dunia kerja, dan adaptasi kebijakan perlindungan tenaga kerja untuk perlindungan lebih efektif dan meningkatkan ketahanan para pekerja.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Indonesia ajak G20 buka pasar kerja untuk penyandang disabilitas