Mataram, 2/5 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat sepanjang tahun ini berupaya memantapkan jalan provinsi sepanjang 240 kilometer yang menyebar di Pulau Lombok dan Sumbawa.
"Jalan provinsi yang dimantapkan tahun ini sepanjang 240 kilometer yang menyebar di Lombok dan Sumbawa, namun terbanyak di Sumbawa, yang dibagi dalam 20 paket pekerjaan," kata Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Badrul Munir, di Mataram, Rabu.
Ia mengatakan, proyek kemantapan jalan provinsi itu merupakan bagian dari program percepatan infrastruktur jalan provinsi di Pulau Lombok dan Sumbawa, yang didukung anggaran yang memadai.
Anggaran belanja langsung di 2012 diprioritaskan untuk jalan, yakni sekitar Rp250 miliar dari total sekitar Rp646 miliar lebih.
Pemerintah Provinsi NTB memprioritaskan anggaran belanja langsung dalam APBD 2012 untuk program percepatan infrastruktur jalan provinsi yang dilakukan dalam tahun jamak.
Program percepatan itu berupa proyek kemantapan jalan provinsi sepanjang 322 kilometer baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa, dengan dukungan anggaran sebesar Rp499,8 miliar.
Untuk Pulau Lombok ditargetkan kemantapan jalan sepanjang 134 kilometer yang menyebar di lima kabupaten/kota, sedangkan untuk pulau Sumbawa, panjang jalan yang akan dikerjakan sepanjang 184 kilometer yang juga tersebar di lima kabupaten/kota.
Dana hampir setengah triliun rupiah itu bersumber dari APBD Provinsi NTB yang dialokasikan sejak 2011 hingga 2013, dan telah diperkuat dengan perda yang telah disetujui DPRD NTB pada 16 Desember 2010.
Dari perda percepatan pembangunan infrastruktur jalan provinsi yang dikategorikan strategis untuk menunjang pembangunan daerah itu, kemudian diterbitkan Keputusan Gubernur Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pengalokasian Ruas Jalan dan Masing-masing Besaran Anggaran.
Ratusan miliar rupiah sudah dialokasikan di 2011, sehingga pada 2012 juga dialokasikan ratusan miliar rupiah atau sekitar Rp250 miliar dalam APBD 2012.
"Untuk 2012, merupakan proyek lanjutan sehingga tidak perlu ditenderkan lagi, dan langsung dikerjakan setelah dananya dikucurkan. Mulai Mei ini jadwal pengerjaannya," ujar Badrul.
Versi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi NTB, pada 2008 ruas jalan provinsi di wilayah NTB terdata sepanjang 1.772 kilometer, terdiri dari 672 kilometer (41 persen) di Pulau Lombok dan 1.099 kilometer (59 persen) di Pulau Sumbawa.
Kemantapan jalan provinsi di wilayah NTB baru 44,25 persen atau 784 kilometer. Khusus di Pulau Lombok mencapai 69 persen dan di Pulau Sumbawa 33 persen.
Sampai akhir 2010 tingkat kemantapan jalan provinsi di wilayah NTB mencapai 46,95 persen atau baru 832 kilometer, atau mengalami pertumbuhan sebesar 2,7 persen atau 48 kilometer setiap tahun.
Karena itu, ditempuh program percepatan pembangunan infrastruktur jalan dengan target kemantapan jalan provinsi di wilayah NTB secara keseluruhan mencapai lebih dari 60 persen.
Untuk program percepatan pembangunan infrastruktur jalan di 2011, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, meluncurkan program itu untuk Pulau Sumbawa pada 23 Juli, di Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, dan untuk Pulau Lombok sepekan hari kemudian tepatnya pada 30 Juli, di ruas jalan Praya-Kruak, Kabupaten Lombok Tengah.
Selain dukungan dana APBD Provinsi NTB dengan tahun jamak sebesar Rp499,8 miliar untuk target kemantapan jalan sepanjang 322 kilometer itu, NTB juga mendapat dukungan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2011 sebesar Rp18 miliar. Pada 2010 dukungan DAK hanya sebesar Rp9 miliar.
Dukungan anggaran untuk percepatan infrastruktur jalan lainnya bersumber dari dana 'Ad Hoc' Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp69,3 miliar.
Anggaran DAK untuk jangkauan ruas jalan sepanjang 13 kilometer, sedangkan dana "Ad Hoc" untuk ruas jalan sepanjang 37 kilometer, sehingga ada 38 paket ruas jalan yang juga telah dikontrakan dalam tahun anggaran 2011, masing-masing 20 paket jalan tahun jamak dan 18 paket tahun reguler.
Dengan demikian, dari dukungan anggaran yang ada ditargetkan proyek kemantapan jalan provinsi di wilayah NTB dalam tiga tahun ke depan mencakup ruas jalan sepanjang 375 kilometer.
Diakhir 2013 diharapkan terjadi kemantapan jalan sepanjang 1.160 kilometer atau 60,78 persen, dan jika dukungan anggaran pusat tetap berlanjut maka ditergetkan akan ada ruas jalan sepanjang 1.206 kilometer atau 68,1 persen jalan mantap setelah 2013. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026