Lombok Utara, NTB, (ANTARA) - Sebanyak 40 perusahaan multinasional yang bergerak di bidang wisata pertemuan dan perhelatan (MICE), melakukan transaksi bisnis di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, dalam even Indonesia MICE & Corporate Travel Mart 2012.
"Even ini diharapkan menghasilkan sedikitnya 2.000 sesi bisnis," kata Ketua Penyelenggara Indonesia MICE & Corporate Travel Mart (IMCTM) 2012 Panca Rudolf Sarungu, di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (17/5) malam.
  Ia mengatakan, penyelenggaraan IMCTM 2012 berlangsung di Bali-Lombok sejak 15-18 Mei 2012, yang melibatkan seratusan pelaku bisnis baik penjual maupun pembeli dari sejumlah negara di Asia Pasifik.
  Pembukaan dan kegiatan dua hari pertama digelar di Pulau Bali dan dua hari berikutnya di Pulau Lombok, sekaligus penutupan kegiatan tersebut.
  IMCTM di Pulau Lombok dipusatkan di pulau kecil (gili) Trawangan yang terletak di sebelah utara Pulau Lombok, yang ditempuh dengan perahu motor sekitar setengah jam.
  Sebagian peserta IMCTM 2012 atau 40 dari 100 lebih peserta yang umumnya berasal dari Malaysia, Singapura dan Korea, mengikuti temu bisnis di Gili Trawangan, pulau eksotis yang dikunjungi banyak wisatawan mancanegara.
  Pengelola resort, penyedia tempat konvensi dan penyedia fasilitas MICE yang menjadi "seller" bertemu dalam format "one to one table top session" dengan pihak "buyer".
  "IMCTM 2012 ini menargetkan 12.000 sesi bisnis, dan 10.000 lebih sesi bisnis sudah dicapai pada pertemuan di Bali sehingga diharapkan temu bisnis di Gili Trawangan ini dapat menghasilkan 2.000 sesi bisnis," ujarnya.
  Penyelenggaraan IMCTM 2012 didukung BNI 1946, agen pariwisata Indonesia, Korea dan Malaysia serta Singapura, dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali dan NTB, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, RajaMICE.com dan seluruh 'stakeholder' pariwisata lainnya.
  IMCTM 2012 itu merupakan kegiatan ke-5, dan untuk kedua kalinya Lombok menjadi bagian dari lokasi penyelenggaraan.
  IMCTM pertama digelar di Bali pada 2008, kemudian Yogyakarta pada 2009, Lombok 2010, Manado pada 2011 dan Bali-Lombok pada 2012.
  Saat Lombok pertama kali menjadi tuan rumah IMCTM 2010 yang digelar 6-9 Mei, sebanyak 140 perusahaan multinasional yang bergerak di bidang "Meeting Incentive Conference & Exhibitions" (MICE) terlibat transaksi bisnis.
  Sebagian besar perusahaan MICE itu berasal dari Indonesia, Malaysia, China, Filipina, Vietnam, dan Korea.
  Even tersebut menghasilkan sekurang-kurangnya 9.000 sesi bisnis, dengan target penerimaan sekitar Rp18 miliar.
  "Kalau tahun ini, diharapkan terjadi peningkatan nilai bisnis hingga mencapai Rp50 miliar karena lokasinya di Bali dan Lombok dan antusias penjual dan pembeli yang cukup tampak," ujarnya. 
  Sementara itu, Kepala BPPD NTB Awan Aswinabawa mengatakan, IMCTM merupakan batu loncatan menuju perkembangan industri MICE di Pulau Lombok.
  "Kami percaya bahwa langkah berani dalam strategi pemasaran bidang MICE ini akan memperkuat posisi NTB sebagai salah satu destinasi MICE favorit di Tanah Air, karena keindahan dan eksotika alamnya," ujarnya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026