Mataram, (ANTARA) - Sebanyak 19.000 guru di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sudah disertifikasi akan ikut ujian kompetensi pada Juli 2012 untuk pemetaan mutu para tenaga pendidik di daerah itu.
  Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB M Irfan, di Mataram, Kamis, mengatakan para guru yang akan mengikuti uji kompetensi tersebut merupakan guru yang sudah disertifikasi sejak 2009 hingga 2011 dan sudah mendapatkan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok.
  "Sementara guru yang masuk dalam gerbong sertifikasi pada 2012 tidak diuji kompetensi lagi, karena hal itu sudah dilakukan sebelum mereka melanjutkan ke tahapan  Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG)," katanya.
  Ia menjelaskan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melakukan uji kompetensi guru dengan tujuan sebagai pemetaan kompetensi dalam rangka  pembinaan dan penguatan kompetensi berkelanjutan dan pada akhirnya menghasilkan guru yang berkualitas dan profesional.
  Bagi guru yang dinyatakan kompetensinya masih dianggap kurang akan diberikan pembinaan berupa pelatihan, namun tunjangan profesinya tidak akan dicabut.
  Menurut Irfan, pelaksanaan uji kompetensi guru bagi yang sudah lulus program sertifikasi secara nasional pada prinsipnya sebagai 'starting point' untuk melakukan pembinaan bagi guru yang diketahui memiliki kompetensi rendah, sehingga kedepannya bisa menjadi guru yang layak.
  "Tidak ada istilah lulus dan tidak lulus pada ujian kompetensi guru karena kegiatan itu hanya merupakan sebuah evaluasi untuk selanjutnya sebagai bahan pembinaan bagi guru yang rendah kompetensinya," ujarnya.
  Ia mengatakan, pelaksanaan ujian kompetensi guru dilakukan di sejumlah sekolah yang tersebar di 10 kabupaten/kota di NTB. Sistem pelaksanaannya menggunakan dua pola, yakni manual dan online atau menggunakan internet.
  Namun, pelaksanaan dengan sistem online dilakukan terbatas karena tidak semua sekolah memiliki sistem teknologi informasi, terutama di wilayah pelosok pedesaan.
  Irfan mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan sekolah-sekolah yang layak menggelar ujian kompetensi guru secara online.
  Upaya sosialisasi ke 10 kabupaten/kota yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, juga akan dilakukan dalam waktu dekat untuk memberikan pemahaman kepada guru mengenai tujuan utama kebijakan Kemdikbud tersebut.
  "Kami akan 'road show' ke seluruh kabupaten/kota untuk memberikan pemahaman kepada guru mengenai uji kompetensi itu. Kami berharap para kepala daerah juga ikut membantu menyosialisasikan," ujarnya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026