"Sudah ada kepastian Pak Menteri bersedia hadir guna membuka festival mutiara itu," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi NTB Lalu Gita Aryadi, di Mataram, Kamis.
Ia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sedikitnya 300 kilogram mutiara berkualitas yang akan dilelang pada "Lombok Sumbawa Pearl Festival" yang berlokasi di eks Bandara Selaparang Mataram.
Di lokasi itu, juga dilaksanakan pameran dan gelar dagang yang melibatkan 135 peserta, yang terdiri dari lima peserta dari kementerian, 80 peserta dari perwakilan PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dari seluruh Indonesia, 33 stan pemerintah daerah, dan 17 stan usaha kecil menengah dan swasta.
Rangkaian kegiatan "Lombok Sumbawa Pearl Festival" itu yakni pameran mutiara, pemilihan duta mutiara, lelang mutiara, "buyers meet salllers", MICE forum, fashion show dan pentas seni budaya, serta aneka perlombaan seperti lomba cukli, yakni kerajinan kreatif yang menggunakan limbah kerang mutiara, serta lomba Fotografi yang terbuka untuk umum.
"Lombok Sumbawa Pearl Festival itu awalnya merupakan gagasan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kini sudah menjadi agenda tahunan bagi provinsi NTB," ujarnya.
Untuk pelaksanaan 2012, dipadukan dengan puncak peringatan Hari Keluarga yang bertujuan mempopulerkan Pulau Lombok dan Sumbawa sebagai daerah penghasil mutiara dengan kualitas terbaik di dunia.
Diharapkan, festival itu juga dapat menjadikan Pulau Lombok dan Sumbawa sebagai daerah tujuan wisata, sekaligus meningkatkan ekonomi rakyat melalui budidaya mutiara yang melibatkan banyak pengusaha kecil menengah.
Pada 2011, "Lombok Sumbawa Pearl Festival" mendulang transaksi penjualan mutiara sebesar 120.000 dolar AS.
"Diharapkan tahun ini penjualan mutiara akan meningkat, dan jumlah wisatawan yang berkunjung ke NTB dapat mencapai satu juta orang lebih baik wisatawan mancanegara maupun nusantara," ujar Gita.
Hasil penelitian Kementerian Kelautan dan Perikanan, mutiara produk NTB diklasifikasikan dalam golongan A (kualitas tinggi), B (sedang) dan C (rendah). Klasifikasi A memiliki nilai jual Rp1 juta/gram, B Rp150 ribu/gram dan klasifikasi C sebesar Rp100/gram.
Sedangkan versi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, jumlah perajin mutiara di wilayah NTB telah mencapai 2.000 orang lebih, terbanyak di Pulau Lombok.
NTB merupakan daerah potensial pengembangan mutiara dengan daya dukungan lahan 19.056 hektare yang dapat memproduksi rata-rata sebanyak 600 kilogram/tahun.
Sekitar 10-30 persen dari total produksi mutiara NTB setiap tahun diantarpulaukan ke Surabaya dan Jakarta untuk selanjutnya diekspor ke berbagai negara oleh 38 orang pengusaha mutiara.
Lokasi budidaya mutiara di Lombok seperti di Pantai Sekotong, Pemenang, Senggigi, Lombok Timur, Sumbawa, dan Bima. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026