Pada kegiatan panen mutiara itu, Mari didampingi Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prof Pitana, dan Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) Farid Murtolo.
Ikut mendampingi, Wakil Gubernur NTB H Badrul Munir, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB H Lalu Gita Aryadi, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB H Imam Maliki.
Panen mutiara itu berlangsung di lokasi LSPF yakni di Aula Hotel Lombok Raya Mataram. Festival mutiara itu diikuti 31 pedagang mutiara yang terdiri dari 14 perusahaan perhiasan dan pengrajin mutiara menengah, 14 usaha kecil menengah (UKM) pengrajin mutiara, dan tiga stand demo kerajinan khas Lombok seperti cukli, tenun dan gerabah.
Setelah panen mutiara, Mari meninjau stand perdagangan mutiara, yang sedang menggelar lelang mutiara.
Lelang mutiara itu mempertemukan penjual (sellers) yang berasal dari NTB, NTT, Bali, Maluku dan Papua, dengan pembeli (buyers) dari Jepang, Singapura, Philipina, Tahiti, Australia, Cina dan Inggris. Semula Prancis dan Hongkong akan hadir, namun batal.
LSPF itu dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) NTB H Muhammad Nur, pada Sabtu (30/6) malam, yang akan berlangsung hingga 1 Juli 2012.
Selain pameran dan lelang mutiara, rangkaian kegiatan lainnya yakni pemilihan Putri Mutiara 2012 yang melibatkan peserta dari 10 kabupaten/kota di NTB, yang dimenangkan oleh Isna Windasari (22) dari Kabupaten Lombok Tengah.
Kegiatan lainnya yakni pertunjukan kesenian dan "fashion show" serta penampilan artis ibukota Rio Febrian, serta beragam perlombaan seperti lomba cukli, fotografi, kreasi jilbab dan mewarnai.
LFPF 2012 itu merupakan kegiatan ketiga, setelah kegiatan pertama di 2010 dan kedua di 2011 tergolong sukses.
Transaksi LSPF 2010 sebesar 47.425 dolar AS, dan nilai transaksi LSPF 2011 sebesar 120.000 dolar AS atau meningkat signifikan.
Pada kesempatan itu, Mari berharap transaksi mutiara itu bukan hanya saat pelaksanaan LSPF, tetapi secara berkelanjutan pada berbagai kesempatan.
"Diharapkan transaksi terus berkelanjutan, dan memang perlu ada upaya mendatangkan nilai tambah, sehingga desainnya perhiasan mutiara harus terus ditingkatkan," ujarnya.
Mantan Menteri Perdagangan itu menghendaki Indonesia menjadi salah satu lokasi lelang mutiara secara berkelanjutan, dan Lombok merupakan salah satu lokasi yang dikehendaki karena cukup potensi menghasilkan mutiara dalam jumlah banyak dan berkualitas.
"Intinya, bagaimana kita bisa dorong Lombok menjadi lokasi festival mutiara secara berkelanjutan, agar bisa menjadi objek wisata yang diwarnai kreatifitas yang terus berkembang," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026