Mataram, 12/7 (ANTARA) - Petani di Batu Ringgit, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan panen raya cengkih, yang ditanam pada areal lebih dari 995 hektare.

  "Semoga momentum panen raya ini, semakin meningkatkan semangat dan kerja keras para petani cengkih, dalam mengembangkan usahanya demi peningkatan kesejahteraan keluarga," kata Asistem Tata Praja Setda NTB Ridwan Hidayat, ketika mewakili Gubernur NTB pada kegiatan panen raya cengkeh di Kecamatan Gangga, Lombok Utara, sekitar 50 kilometer arah utara Kota Mataram, Kamis.

  Panen raya cengkih itu dihadiri Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu, dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Kabupaten Lombok Utara lainnya, serta pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

  Ridwan mengatakan, panen raya itu juga semakin mengukuhkan posisi NTB sebagai salah satu daerah produsen cengkih yang cukup potensial. 

  Wilayah Kabupaten Lombok Utara ditumbuhi berbagai tanaman perkebunan, yang hasilnya diantarpulaukan, dan ekspor, seperti kakao, kopi, kelapa, jambu mete, dan cengkih.

  Komoditas cengkih di Kabupaten Lombok Utara, pada areal seluas 995 hektare atau  atau 53 prosen dari total areal cengkeh di wilayah NTB yang mencapai 1.8750 hektare.

  Konsentrasi areal cengkih di Kabupaten Lombok Utara terdapat di wilayah Kecamatan Gangga dan Tanjung.

  Selain Lombok Utara, petani di Kabupaten Lombok Barat juga banyak menanam cengkih meskipun pengembangannya masih tergolong lambat karena harga cengkih yang sering berfluktuasi dan tidak semua lahan dapat ditanami cengkeh.

  Luas tanaman cengkih di wilayah NTB baru mencapai 1.421,52 ha dengan produksi totalnya 329,48 ton per tahun.

  Cengkih produk NTB umumnya untuk ramuan rokok kretek sebagaimana produk cengkih dari daerah lainnya. 

  "Tentunya panen raya cengkih ini berdampak positif terhadap perkembangan ekonomi riil masyarakat NTB, terutama di wilayah Kabupaten Lombok Utara, dan kabupaten lainnya yang memiliki tanaman cengkih," ujarnya.

  Menurut Ridwan, walaupun harga komoditas cengkih di pasaran selama ini berfluktuasi, terkait kondisi pasar dunia, namun pemerintah tetap memfasilitasi para petani untuk meningkatkan usaha budidayanya agar dapat berproduksi secara optimal.

  Salah satu upaya yang terus didorong yakni rehabilitasi areal cengkih, melalui pelibatan PT Shadana Arifnusa sebagai mitra kerja, terutama dalam penyediaan bibit cengkih bagi petani.

  Sejauh ini, PT Shadana Arifnusa telah membantu bibit cengkih untuk rehabilitasi tanaman cengkih tua sebanyak 135.000 pohon, untuk sasaran areal seluas 1.000 hektare. Rinciannya untuk Kabupaten Lombok Utara sebanyak 50.000 pohon, Lombok Barat 25.000 pohon, Lombok Tengah 25.000 pohon dan Lombok Timur 35.000 pohon.

  NTB pernah berjaya dalam penanaman cengkih di era 1980-an hingga pertengahan 1990-an, dan untuk mengembalikan kejayaan itu, petani cengkih berlomba-lomba mengembangkan cengkih. 

  "Diharapkan, upaya pemulihan produktivitas tanaman cengkih, khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Utara akan dapat  terus dilakukan oleh petani, dibawah bimbingan dan fasilitasi pemerintah setempat," ujarnya.

   Ridwan mengimbau  petani cengkih agar menerapkan rekayasa teknologi budidaya yang telah dianjurkan pemerintah, untuk mendapatkan hasil optimal.

   Para petani hendaknya menghimpun kerjasama dalam wadah kelompok, agar berbagai kegiatan dan permasalahan yang dihadapi dapat ditangani bersama dengan semangat gotong royong.

   Selain itu, Kepala Dinas Perkebunan provinsi dan kabupaten, termasuk para petugas teknis di lapangan, diminta agar secara sungguh-sungguh memberikan bimbingan dan fasilitasi kepada para petani, agar semakin terberdaya.

   Kepala SKPD terkait lainnya seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) provinsi dan kabupaten, agar memberikan informasi dan pembinaan, sehingga para petani dapat mengakses pasar dan memiliki posisi tawar yang kuat dalam memasarkan komoditas cengkihnya.

   "Dengan menjalin keterpaduan dan sinergitas semua pihak, mulai dari level pimpinan hingga tingkat lapangan, saya yakin setiap ikhtiar yang kita lakukan, untuk meningkatkan  kesejahteraan petani dan keluarganya, akan dapat terwujud," ujar Ridwan. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026