Kordinator Umum AMP3, Uying di Praya, Kamis, mengatakan, tujuan dari demonstrasi ini untuk megetahui dugaan masyarakat terhadap nilai tes tulis CAT calon panwaslu kecamatan yang diduga tidak transparan, sehingga bisa memberikan bukti serta keadilan yang kuat terhadap nilai yang sama.
"Kedatangan kami ke sini selaku masyarakat tentu ingin memberikan tanggapan terhadap penilaian yang kurang baik setelah tes CAT," katanya.
Ia mengatakan, ada beberapa keluh kesah masyarakat pertama kenapa nilai tes CAT tidak di publikasi, ini yang membuat asumsi negatif masyarakat.
Kemudian yang kedua dari hasil pengamatan, ternyata hasil tes CAT banyak yang sama nilainya, kemudian yang ketiga kenapa ada perubahan jadwal terhadap pengumuman hasil tes CAT tersebut.
"Cantumkan nama dan hasil semua tes, siapapun supaya tau tolak ukur nya disana. Kurang ini kurang itu, kurang belajar atau kurang pengalaman," katanya.
Salah satu anggota AMP3 lainnya, Husien mengatakan keterbukaan informasi itu penting semestinya dilakukan, sehingga tidak ada dugaan rekomendasi dari hasil tes tersebut dan masyarakat mengetahui semua hasil tersebut.
"Kami minta hasil tes CAT itu kami terima dan di umumkan di media bahwa ini hasil tes nanti tergantung masyarakat bagaimana menanggapinya," katanya.
Sementara itu, anggota Bawaslu Lombok Tengah, Harun Azwari mengatakan memang tidak dicantumkan nilai hasil tes tulis tersebut, karena ada data hasil penilaian yang dikecualikan.
"Ada data yang dikecualikan, sebenarnya kami ingin mengumumkan. Tapi aturan pedoman itu bahwa tidak mencantumkan nilai," katanya.
Pihak Bawaslu menyatakan pelaksanaan tes tulis tersebut dilaksanakan sesuai aturan yang telah ditentukan. Terkait dengan nilai yang sama, ada beberapa hal yang menjadi penilaian tambahan misalnya pertama pernah menjadi penyelenggara pada pemilu DPR sebelumnya.
"Itu yang menjadi penilaian bagi peserta yang memiliki nilai sama," katanya.
Pewarta : Syamsul*Andry*Nurul
Editor:
Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026