Mataram, 20/11 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat siap mengirim sebanyak 5.000 sapi potong ke Jakarta untuk mengatasi kelangkaan daging sapi.

  Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Hery Erpan Rayes di Mataram, Selasa, mengatakan rencana mengirim sapi siap potong tersebut sudah dikoordinasikan dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian.

  "Kami siap memasok ke Jakarta sesuai permintaan pemerintah pusat. Saat ini, kami sedang koordinasi masalah jalur pengiriman dan transportasinya agar harga sapi potong yang akan dikirim memadai," katanya.

  Menurut dia, pemerintah pusat menginginkan agar NTB membantu mengatasi persoalan kelangkaan daging sapi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), karena melihat potensi sapi potong yang mencapai 97 ribu ekor per tahun, sedangkan jumlah pemotongan sekitar 43 ribu ekor per tahun.

  Pemerintah pusat juga menilai potensi bibit sapi di NTB, sekitar 18 ribu ekor per tahun, sementara yang dikirim ke beberapa provinsi di Indonesia, sekitar 13 ribu ekor per tahun.

  Selain itu, jumlah populasi ternak sapi di NTB, hingga September 2012 sudah mencapai 876 ribu ekor, belum termasuk kerbau.

  Rayes mengatakan, seluruh sapi potong yang akan dikirim ke Jakarta berasal dari para peternak di beberapa kabupaten di Pulau Sumbawa, seperti Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima.

  "Makanya, rencananya pengiriman dilakukan melalui Pelabuhan Badas, di Kabupaten Sumbawa dan Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, langsung tujuan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Kalau harus melalui Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, biaya tinggi dan terbentur regulasi Pemerintah Jawa Timur tentang larangan memasukkan ternak sapi dari luar," ujarnya.

  Menurut Rayes, rencana pengiriman sapi potong sebanyak 5.000 ekor untuk mengatasi kelangkaan daging sapi di Jabodetabek, tidak akan mengganggu ketersediaan dan harga daging sapi di NTB.

  Pihaknya tetap berupaya menjaga ketersediaan daging sapi, khususnya di Pulau Lombok dengan mendatangkan sapi potong dari Pulau Sumbawa.

  Harga sapi potong di Pulau Sumbawa berkisar antara Rp26.000 hingga Rp27.000 per kilogram (kg) hidup, sedangkan di Pulau Lombok, berkisar antara Rp28.000 hingga Rp29.000/kg hidup.

  Perbedaan harga sapi potong tersebut menyebabkan harga daging sapi di pasaran juga berbeda, yakni Rp60.000/kg hingga Rp70.000/kg di Pulau Sumbawa, sedangkan di Pulau Lombok, mencapai Rp70.000/kg hingga Rp75.000/kg.

  "Jadi harga daging sapi di NTB masih relatif stabil. Kelangkaan daging sapi hanya terjadi di Jakarta dan Jawa Barat saja. Kalau terjadi di NTB, paling hanya ikut-ikutan saja. Bukan karena stok yang kurang,"ujarnya.

(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026