Kuala Lumpur (ANTARA) - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) perwakilan Malaysia menuntut Pemerintah Malaysia khususnya Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) meminta maaf atas pemukulan terhadap warga negara Indonesia (WNI) oleh suporter Malaysia di Stadium Bukit Jalil, Rabu malam (28/11).
  "Sejumlah penonton Indonesia dipukuli oleh suporter Malaysia dan salah satu korbannya adalah ketua BP KNPI di Malaysia, Sagir Alva," kata Sekretaris BP KNPI Malaysia, Tengku Adnan, dalam keterangan tertulisnya di Kuala Lumpur, Kamis.
  Atas kejadian ini, kata Adnan, BP KNPI Malaysia menuntut Pemerintah Malaysia khususnya FAM untuk meminta maaf karena di Indonesia belum pernah terjadi pemukulan suporter Malaysia.
  Sedangkan untuk suporter Malaysia yang telah melakukan pemukulan, BP KNPI juga berharap mereka berani tampil untuk bertanggung jawab dan menyerahkan diri kepada kepolisian agar kasus ini segera selesai.
  "Sehingga nantinya pertandingan Malaysia vs Indonesia pada Sabtu (1/12) dapat berjalan dengan aman dan lancar," paparnya.
  Kejadian tersebut, menurut dia, tidak membuat para pendukung Indonesia takut untuk hadir pada perlawanan Malaysia vs Indonesia nanti."
  "Bagi kami mendukung Timnas adalah harga mati. Kemenangan Timnas Indonesia adalah kemenangan Bangsa Indonesia. Dan menjadi tugas dan tanggung jawab kami adalah mendoakan serta mendukung mereka," tuturnya.
  Namun demikian, kepada para pendukung timnas Indonesia di Malaysia, ia berpesan agar tetap tenang dan jangan terpancing emosi karena kasus ini. WNI harus tetap menjaga nama baik bangsa dan negara di mana pun mereka berada.
  "Jangan ada tindakan balas dan kita serahkan sepenuhnya kepada Polisi Malaysia untuk mengusut tuntas serta menindak para pelaku," tegasnya.
  Kasus ini harus segera diselesaikam demi menjaga hubungan baik kedua negara dan kami berharap kejadian ini tidak berulang baik di Kuala Lumpur ataupun di Jakarta nantinya.
  Polisi Malaysia juga diminta untuk menjaga keamanan suporter Indonesia pada pertandingan Sabtu nanti (1/12).
    
 
  Kronologi kejadian

  Insiden pemukulan bermula ketika usai pertandingan Indonesia vs Singapura dan para suporter Indonesia keluar dari stadion.
  Saat sudah berada di luar stadion, Sagir Alva (Ketua BP KNPI Malaysia) sedang berbincang-bincang dengan wartawan Metro TV dan Kompas TV. Tiba-tiba ada keributan di belakang mereka yaitu sekumpulan suporter Malaysia mengusir suporter Indonesia untuk segera keluar dari area Stadion Bukit Jalil.
  Pada saat itu, tiba-tiba Sagir dipukul wajahnya dan mengena hidung serta telinga kanannya. Bukan hanya dia, tapi dua orang pengurus KNPI lainnya juga dipukuli berkali-kali oleh suporter Malaysia yang jumlahnya banyak, bahkan beberapa TKI juga ikut dipukuli oleh mereka.
  Sebenarnya suporter Indonesia tidak tahu kenapa mereka (suporter Malaysia) mengusir dan memukuli suporter Indonesia, padahal di dalam stadion sedang berlangsung pertandingan Malaysia melawan Laos.
  Setelah dipukuli, Sagir dan teman-teman lainnya berlarian dan dikejar-kejar oleh mereka, tapi Sagir sempat selamat melarikan diri dan langsung naik kereta pulang ke Kajang lalu buat laporan Polisi di Kantor Polisi Sungai Tangkas.
  Seorang pengurus KNPI lainnya membuat laporan polisi di daerah Bangi tapi tidak diterima laporannya karena tidak ada bukti.
  Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur menyesalkan tindak pemukulan terhadap warga negara Indonesia oleh suporter Malaysia di Stadion Bukit Jalil.
  KBRI KL menyarankan agar korban membuat surat aduan ke Kementerian Luar Negeri Malaysia, Kementerian Dalam Negeri Malaysia, Kementerian Belia dan Sukan, Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) serta KBRI di Malaysia.
  Dengan adanya surat aduan tersebut, maka pihak tuan rumah bisa melakukan antisipasi pengamanan yang lebih baik lagi agar peristiwa yang sama atau lebih buruk tidak terulang lagi," kata Kepala Bidang Penerangan, Sosial, Budaya KBRI KL, Suryana Sastradiredja.
   
(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026