Mataram, 9/2 (Antara) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2013 akan menawarkan semen beku  yang diproduksi Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) kepada provinsi lain karena produksi  melebihi kebutuhan para peternak di daerah ini.
      Kepala Balai Inseminasi Buatan Daerah  Provinsi Nusa Tenggara Barat AW Nasrudin  di Mataram, Sabtu, mengatakan produksi semen beku setiap tahun mencapai 50.000 dosis, sedangkan yang terserap oleh peternak relatif sedikit sebanyak 8.000 dosis.
      "Kami menawarkan semen beku untuk dibeli provinsi lain,  karena produksi cukup banyak dan melampaui kebutuhan. Selain itu kami juga mampu memproduksi semen beku "sexing", yakni permisahan antara semen beku dari sperma sapi jantan dan betina dan nonsexing atas bimbingan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)." katanya.
      Ia mengatakan, kelebihan semen beku sexing adalah mendukung program memperbanyak induk atau sapi bibit, selain itu sapi pejantan untuk usaha penggemukan dan meningkatkan produksi daging, terutama dalam upaya  mendukung program unggulan NTB Bumi Sejuta Sapi (BSS).
     "Hingga kini baru NTB yang memproduksi semen beku sexing untuk mendukung program NTB BSS, terutama terkait dengan upaya memperbanyak jumlah induk sapi di NTB," katanya.
     Hal tersebut, kata Nasrudin,  tertuang dalam cetak biru NTB BSS, yakni meningkatkan jumlah induk dari 38 persen menjadi 44 persen  dari populasi sapi sebanyak 1 juta ekor lebih pada 2013 .
     Menurut dia, hingga kini populasi sapi betina produktif atau induk baru tercapai 42 persen. Pada akhir 2013 diharapkan bisa mencapai 44 persen dari seluruh populasi sapi di NTB.
     "Keberhasilan semen beku sexing sudah dibuktikan dengan tingkat keberhasilan 90 persen sesuai dengan target yang telah ditetapkan dan hasilnya dipamerkan pada acara panen pedet 12  Desember 2012 di Banyumulek, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat," ujarnya.
     Terkait dengan program unggulan NTB BSS, Pemerintah Provinsi NTB menargetkan populasi sapi sebanyak 1.032.500 ekor, tercapainya grade A dan B sapi, serta swasembada daging untuk menunjang ketahanan pangan nasional sebanyak 16.400 ton.
     Selain itu terbangunnya pabrik pakan di sentra produksi dengan potensi pupuk  5,02 juta ton, berkembangnya industri hilir peternakan, mendukung pengembangan pariwisata, dan penyerapan tenaga kerja hingga 344.000 orang, dan dengan program  NTB BSS mampu meningkatkan pendapatan peternak Rp1,1 triliun serta produksi kulit 60.250 lembar.(*)


          






Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026