"Ini tahun terakhir program pembangunan lima tahunan masa kepemimpinan saya, jadi banyak turun ke lapangan untuk evaluasi sekaligus serap aspirasi langsung dari masyarakat," kata Zainul ketika dikonfirmasi wartawan di Mataram, Kamis.
Ia dikonfirmasi karena belakangan ini banyak agenda kunjungan lapangan ke berbagai kabupaten/kota di wilayah NTB, yang dilakukan Gubernur NTB periode 2008-2013 itu.
Pihak tertentu, terutama lawan politiknya memberi penilaian lain terhadap kunjungan kerja ke desa-desa yang dilakukan Gubernur NTB selaku kandidat yang tengah berkuasa (incumbent) pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2013-2018 itu.
Namun, Zainul membantah jika kunjungan lapangan itu untuk kepentingan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Provinsi NTB, yang tahapan pemungutan suaranya dijadwalkan 13 Mei 2013 untuk putaran pertama dan 22 Juli untuk putaran kedua.
"Saya ke Sumbawa, ke mana-mana itu untuk evaluasi program, melihat dan menyerap aspirasi masyarakat, kemudian dievaluasi apa yang masih kurang. Intinya sebelum masyarakat merasa ada yang belum beres, kita (pemerintah) terjun ke lapangan dan benahi yang bisa dibenahi," ujarnya.
Zainul mengakui, bukan hanya dirinya sebagai Gubernur NTB yang memperbanyak kunjungan ke lapangan.
Ia juga telah mengintruksikan para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov NTB untuk mengurangi frekuensi perjalanan dinas luar daerah, dan memperbanyak kegiatan pemantauan lapangan dalam daerah.
"Saya sudah minta para pimpinan SKPD maksimalkan kunjungan ke dalam daerah, seperti ke Sumbawa, Bima, dan daerah lainnya, lihat bagaimana pencapaian program, dan kendalanya," ujarnya.
Dia juga meminta seluruh jajarannya untuk tetap fokus pada program pembangunan dan pemerintahan daerah serta pembinaan masyarakat, sampai masa tugas Gubernur dan Wakil Gubernur NTB pada 17 September 2013.
Menurut dia, pimpinan SKPD harus betul-betul memastikan semua program pembangunan selama empat tahun berjalan, tidak ada yang terbengkalai, etos kerja tidak menurun atau semangat bekerja berkurang, tetapi harus tetap semangat.
Karena itu, semua pimpinan SKPD harus memaknai 2013 sebagai tahun memperbanyak peninjauan lapangan guna melihat pelaksanaan program selama empat tahun terakhir, kemudian mengemaskan dalam bentuk laporan lengkap.
Termasuk, tindak lanjut atas laporan secara berkala yang diterima SKPD Pemprov NTB dari perangkat kabupaten/kota, dan realisasinya di lapangan.
"Jadi yang saya maksudkan bekerja fokus itu bukan di kantor saja, diam di belakang meja saja, tetapi justru aktif turun ke masyarakat untuk melihat pencapaian-pencapaian program, dan itu menjadi bahan yang paling berharga untuk pemerintahan berikutnya," ujarnya.
Laporan dari semua pimpinan SKPD itu, akan dirangkum menjadi laporan yang berisi potret dari ikhtiar pemerintahan lima tahun, yang tergambar dalam materi yang dapat dipergunakan pemerintahan lima tahun berikutnya.
Laporan tersebut akan diserahkan pada seremoni pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2013-2018, September mendatang.
"Jadi, dua warisan yang akan diserahkan kepada pemerintahan berikutnya, yakni warisan pembangunan yang telah langsung diserahkan ke masyarakat, dan dokumen untuk kemantapan internal pemerintahan berikutnya," ujar Zainul. (*)
Pewarta :
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026