Logo Header Antaranews Mataram

Pengusaha hotel di Senggigi keluhkan bangunan PKL

Selasa, 9 Juli 2013 14:49 WIB
Image Print
"Keluhan itu disampaikan sejumlah pengusaha hotel di Senggigi, dan meminta Komisi II DPRD NTB menyikapi permasalahan tersebut," kata Anggota Komisi II DPRD NTB Misbach Mulyadi.

Mataram (Antara Mataram) - Pengusaha hotel berbintang di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluhkan pembangunan lapak untuk pedagang kaki lima (PKL) yang dinilai mengganggu keindahan alam objek wisata.

"Keluhan itu disampaikan sejumlah pengusaha hotel di Senggigi, dan meminta Komisi II DPRD NTB menyikapi permasalahan tersebut," kata Anggota Komisi II DPRD NTB Misbach Mulyadi, usai pertemuan koordinasi Komisi II DPRD NTB dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, di Mataram, Selasa.

Sebagian besar pengurus PHRI NTB menghadiri pertemuan koordinasi terkait rencana penerbangan perdana Jetstar dari Perth, Australia ke Lombok, NTB, yang dijadwalkan 24 September 2013, yang akan membawa rombongan "familiarization trip" (fam trip).

VITO (Visit Indonesia Tourism Officer) di Australia yang mengurus rombongan fam trip itu, yang terdiri pers (pekerja media massa), travel agen, dan staf Jetstar.

Beberapa hari lalu perwakilan PHRI NTB mengikuti "Sales Mission" di Australia dan sempat berkoordinasi dengan VITO, hingga diperoleh kepastian rencana fam trip memanfaatkan penerbangan perdana Jetstar itu.

PHRI NTB pun menyatakan kesiapannya menjamu rombongan fam trip dari Australia itu yang jumlahnya sebanyak 24 orang, mulai dari penjemputan hingga penginapan dan jamuan makan malam.

Setelah rombongan fam trip dari Australia itu datang, berikutnya giliran rombongan NTB yang menggelar fam trip ke Australia sehingga dibutuhkan dukungan dana tambahan dari pemerintah daerah, sehingga dilakukan rapat koordinasi.

Usai pertemuan tersebut, sejumlah anggota PHRI NTB berdiskusi dengan pimpinan dan anggota Komisi II DPRD NTB hingga mencuat keluhan tentang pembangunan lapak untuk PKL di kawasan Senggigi.

Pada sejumlah titik di sisi jalan dalam kawasan Senggigi dibangun lapak PKL secara permanen oleh Pemkab Lombok Barat, dan bentuk bangunannya cukup tinggi sehingga menutupi pemandangan bukit berkelok-kelok yang selama ini diandalkan sebagai salah satu pemandangan indah.

"Kata mereka (pengusaha hotel) bangunan lapak PKL itu justru menutup `view` bukit sehingga malah merusak pemandangan indah yang selama ini diagung-agungnya wisatawan," ujar Misbach.

Misbach mengaku akan membahas permasalahan tersebut secara serius di rapat Komisi II DPRD NTB guna menyikapi permasalahan tersebut.

Menurut dia, para pengelola hotel berbintang di kawasan Senggigi telah bersusah payah mempromosikan keindahan panorama alam Senggigi, di tingkat nasional maupun internasional.

"Sepertinya upaya promosi itu terganggu oleh bangunan lapak PKL yang bentuknya cukup tinggi sehingga menutupi bukit. "View` bukit menjadi rusak, padahal mereka mati-matian menjual keindahan alam Senggigi," ujarnya. (*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026