Mataram, 1/5 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan bilateral bidang pertanian antara Indonesia dengan Brasil, pada 3-5 Mei 2009 di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, NTB.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB, Pending Dadih Permana, di Mataram, Jumat, mengatakan, pertemuan bilateral itu untuk membahas berbagai potensi bidang pertanian kedua negara.
"Sejumlah pejabat Departemen Pertanian dari Indonesia maupun Brasil akan membahas dan menjajaki peluang kerja sama bidang pertanian sesuai potensi yang ada," ujarnya.
Pertemuan bilateral itu merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman mengenai kerja sama di bidang pertanian antara Menteri Pertanian Indonesia Anton Apriyantono dengan Menteri Meksiko Reinolds Stephanes.
Nota kesepahaman bidang pertanian itu ditandatangani saat kunjungan balasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Presiden Brasil Luiz Inacio Lula Da Silva, 18 November 2008.
Dari kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Palacio do Planalto Brasilia itu, dihasilkan jalinan kemitraan strategis guna meningkatkan hubungan kedua negara yang saat itu genap berusia 55 tahun.
Kesepakatan kemitraan strategis itu dituangkan dalam nota kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dan Brasil yang ditandatangani wakil Pemerintah Indonesia Menlu Hassan Wirajuda dan Menlu Brasil Celso Amorin.
Selain nota kesepahaman mengenai kemitraan strategis dan kesepakatan bidang pertanian, di hadapan presiden kedua negara juga ditandatangani kesepahaman mengenai kerjasama di bidang energi yang ditandatangani Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Meksiko Edson Lubao.
Menurut Permana, terkait nota kesepahaman di bidang pertanian, pejabat Departemen Pertanian dari kedua negara akan membahas lebih lanjut berbagai hal yang akan dikembangkan bersama.
"Hal-hal yang perlu dikembangkan di sektor pertanian antara lain ternak sapi dan produk pertanian lainnya seperti kacang kedelai dan tanaman perkebunan seperti manggis," ujarnya.
Ia mengatakan, Brasil merupakan negara Amerika Latin yang sangat potensial untuk pengembangan ternak sapi, bahkan populasi sapi di negara itu sudah mencapai 100 juta ekor.
Sejumlah provinsi di Indonesia juga berpotensi menghasilkan ternak sapi meskipun sejauh ini Indonesia masih mengimpor 350 ribu hingga 400 ribu ton daging sapi.
Indonesia pun tengah menjajaki peluang impor daging sapi dari Brasil untuk memenuhi kebutuhan daging sapi secara keseluruhan.
"Kami di NTB juga tengah berupaya memproduksi ternak sapi sebanyak-banyaknya, bahkan pemerintah daerah bertekad mewujudkan NTB sebagai daerah penghasil sapi utama dan telah dicanangkan NTB Bumi Sejuta Sapi di tahun 2013," ujarnya.
Data versi Dinas Peternakan NTB, populasi Sapi di NTB saat ini termasuk delapan besar nasional, dengan populasi sekitar 550.000 ekor. Sekitar 48 persen dikembangkan di pulau lombok dengan pola kandang kolektif dan 52 persen dikembangkan di pulau sumbawa dengan pola padang pengembangan.
Sementara produksi sapi NTB mencapai 101.000 ekor/tahun dan kerbau 30.000 ekor/tahun, terdiri dari ternak potong 31.000 ekor dan sapi bibit 12.000 ekor/tahun.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026