Jangan sampai pada saat pengiriman barang oleh pihak penjual kepada pembeli berbeda. Sebab masalah kepercayaan menjadi hal paling penting dalam bisnis
Mataram,  (Antara) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nusa Tenggara Barat meminta para peserta pasar lelang komoditas agro saling menjaga kepercayaan agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nusa Tenggara Barat (NTB) H Lalu Imam Maliki, di Mataram, Senin, mengatakan ada beberapa contoh produk yang diikuti dengan catatan kualitas pada pasar lelang saat ini.

"Jangan sampai pada saat pengiriman barang oleh pihak penjual kepada pembeli berbeda. Sebab masalah kepercayaan menjadi hal paling penting dalam bisnis," katanya pada pasar lelang komoditas agro ke VI/2014.

Kegiatan itu diikuti 70 pengusaha dari NTB, Bali, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Mereka terdiri atas pengusaha komoditas pertanian, perkebunan dan peternakan.

Menurut Imam, para pelaku usaha yang memiliki produk banyak akan kesulitan memasarkan jika memiliki catatan buruk terhadap masalah kepercayaan.

Masalah kepercayaan, lanjutnya, merupakan salah satu kelemahan, terutama para eksportir yang terkadang memainkan spesifikasi produk yang sudah disepakati dengan pembeli.

"Kenapa pengusaha daerah lain relatif banyak menjadi eksportir, karena mereka menjaga betul yang namanya kepercayaan," ujarnya.

Dia juga meminta para peserta pasar lelang untuk tetap memegang dokumen transaksi agar bisa menjadi bahan laporan untuk Kementerian Perdagangan (Kemendag), sebagai pihak yang mendanai kegiatan temu bisnis tersebut.

Dari laporan tersebut, kata Imam, bisa diketahui mana para peserta lelang yang benar-benar serius untuk menjalin kemitraan bisnis dan bisa saling menjaga kepercayaan.

Laporan realisasi transaksi antarpeserta lelang itu juga menjadi acuan penilaian Kemendag terhadap kegiatan pasar lelang di NTB yang menjadi salah satu dari 13 provinsi penyelenggara.

"Untuk itu, kami harapkan pengusaha dapat mempertahankan komitmen yang sudah disepakati bersama," kata Imam.

Pasar lelang komoditas agro VI/2014 tersebut menghasilkan transaksi sebesar Rp1,48 miliar atau meningkat dibandingkan kegiatan sebelumnya yang mencapai Rp923,5 juta.

Jumlah komoditas yang berhasil ditransaksikan pada pasar lelang tersebut sebanyak enam jenis, yakni bawang merah sebanyak tujuh ton senilai Rp175 juta, cokelat empat ton senilai Rp116 juta, kelapa 32.000 butir senilai Rp73 juta.

Selain itu, kopi robusta sebanyak 16 ton senilai Rp384 juta, rumput laut 60 ton senilai Rp690 juta, dan singkong 32 ton senilai Rp44,8 juta.

Kegiatan pasar lelang komoditas agro yang digelar oleh Disperindag NTB setiap bulan itu merupakan wadah pertemuan antara para pelaku usaha dari berbagai daerah.

Tujuan diadakannya pasar lelang komoditas agro tersebut sebagai upaya efisiensi perdagangan dengan memperpendek rantai pemasaran dan mendukung perekonomian daerah serta membentuk harga referensi.


Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026