Sampai hari ini kami belum mendapatkan gambaran seperti apa pelaksanaan program pembuatan kartu ternak yang sudah diluncurkan Pemprov NTB itu, karena ini menyangkut alokasi anggaran yang sudah dikucurkan melalui APBD
Mataram,  (Antara) - Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat mempertanyakan capaian pelaksanaan program pembuatan kartu ternak yang telah diluncurkan pemerintah provinsi.

"Sampai hari ini kami belum mendapatkan gambaran seperti apa pelaksanaan program pembuatan kartu ternak yang sudah diluncurkan Pemprov NTB itu, karena ini menyangkut alokasi anggaran yang sudah dikucurkan melalui APBD," kata Sekretaris Komisi III DPRD NTB M Hadi Sulton di Mataram, Selasa.

Menurut dia, semestinya pemerintah provinsi melalui satuan kerja perangkat daerah (SKPD) teknis, dalam hal ini Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, bisa mempublikasikan sejauh mana pelaksanaan program tersebut.

Karena salah satu dari tujuan pembuatan kartu ternak sapi tidak lain untuk menyukseskan program Bumi Sejuta Sapi (BSS) yang telah diluncurkan TGH Zainul Majdi sejak dilantik sebagai Gubernur NTB.

"Mestinya pendataan kartu sapi itu, harus ada yang sudah dilaporkan. Seberapa banyak sapi yang sudah didata, sehingga laporan yang diberikan tidak asal bapak senang (ABS)," katanya.

Sebab, ujar Hadi, hingga saat ini data populasi sapi di NTB juga masih simpang siur karena versi Badan pusat Statistik jumlah sapi NTB berkisar 800 ribu ekor, sedangkan Dinas Peternakan dan kesehatan Hewan menyebutkan sudah mencapai satu juta ekor.

"Jadi kalau dikatakan sudah mencapai target, mana yang riil datanya, karena sampai hari ini saja ada dua versi. Kalau sudah begini berarti SKPD terkait sepertinya tidak pernah melakukan pendataan," ujarnya.

Ia mengakui ada capaian dalam program BSS dan NTB telah ditetapkan sebagai daerah penyumbang swasembada daging nasional.

Ini terbukti dengan diminatinya sapi asal NTB oleh provinsi lain di Indonesia, meski tetap saja Indonesia masih mengimpor sapi asal Australia.

Peluncuran program kartu ternak sapi dilakukan Gubernur NTB TGH Zainul Majdi di Kabupaten Lombok Timur. Peluncuran kartu ternak sapi se-Pulau Lombok dilakukan untuk mempermudah pembinaan terhadap para peternak.

Peluncuran kartu ternak se-Pulau Lombok tersebut juga dirangkai dengan peluncuran sistem informasi digital di Pasar Ternak Masbagik, Lombok Timur.

Gubernur NTB TGH Zainul Majdi menyatakan peluncuran kartu ternak sangat penting artinya karena tidak hanya petani sebagai pemilik yang mengetahui ternak sapinya, tetapi kesehatan sapinya juga akan ikut terkontrol.

Kartu ternak tersebut tidak hanya berisikan nama pemilik tetapi juga keterangan kesehatan dan jadwal vaksinasi sehingga dapat membantu masyarakat dalam jual beli ternak sehat dan aman.

Di samping itu, dengan peluncuran kartu ternak tersebut diharapkan dapat mendukung program unggulan pemerintah provinsi yakni BSS yang tidak hanya terfokus pada peningkatan jumlah sapi tetapi juga kualitas sapi itu sendiri yang bermanfaat dalam pencapaian kesejahteraan khususnya masyarakat peternak.

"Bahkan, untuk pembuatan kartu ternak itu, Pemprov NTB menargetkan sebanyak 450 ribu ekor sapi akan memiliki kartu identitas ternak," katanya.


Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026