Lebih dari ratusan rumah warga yang terendam air dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa
Mataram,  (Antara) - Bencana banjir melanda lima desa di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, yang disebabkan jebolnya tanggul air di Lingkungan Gindi, Kelurahan Jatiwangi, Selasa malam.

Lima desa yang dilanda banjir itu terletak di Kecamatan Asakota dan Rasanae Barat. Tiga desa di Kecamatan Asakota yaitu Jatiwangi, Jatibaru, dan Melayu di Kecamatan Asakota.

Sedangkan dua desa lainnya berada di Kecamatan Rasanae Barat yaitu Nae dan Sarae, demikian disampaikan Tim Orari Lokal (Orlok) Bima yang saat ini masih berada di lapangan.

"Dari hasil pantuan kami, lebih dari ratusan rumah warga yang terendam air dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa," kata Candra, anggota Tim Orlok Bima.

Ia mengatakan, saat ini Tim Tagana Dinas Sosial Kota Bima tengah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan jumlah rumah penduduk yang dilanda banjir.

Sementara itu, seorang warga yang ikut terseret arus sungai dapat menyelamatkan diri, namun seorang anak kecil terseret arus sungai yang kini masih dalam pencarian.

"Satu korban sudah selamat, dan satu korban lainnya masih dalam pencarian," ujarnya.

Korban yang hingga kini masih belum ditemukan diketahui bernama Arya (10) asal lingkungan Tolobali, Kelurahan Sarae.

Candra mengungkapkan korban terseret arus saat sedang bermain di pinggiran sungai bersama kawan sebayanya.

"Saat Bima diguyur hujan lebat, Arya bermain di pinggiran sungai bersama temannya. Tidak lama kemudian arus sungai tiba-tiba deras dan menyeretnya ke tengah," kata Candra.

Tim relawan yang tergabung dari barisan Basarnas Bima, BPPD Kota Bima, dan Tim Siaga Bencana Kelurahan (TSBK) turun ke lokasi bencana di lima desa tersebut.

Dalam proses evakuasi itu, kata dia, dua perahu karet telah diturunkan pihak Basarnas Bima untuk mempermudah pencarian korban.

Namun, menurut informasi dari tim relawan, pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada Rabu (24/12) sekitar pukul 05.00 WITA.

Dari hasil pantauan Orlok Bima, warga sekitar muara sungai dibantu dengan alat seadanya, hingga kini masih melakukan pencarian mulai dari lokasi terseretnya korban.

"Usaha pencarian masih dilakukan warga menggunakan tali. mereka menyisir sungai hingga 200 meter dari lokasi hilangnya korban," katanya.

Candra bersama rekan Orlok Bima memantau perkembangan banjir itu sejak Selasa (23/12) sore. Ia mengatakan bencana itu memang akibat jebolnya sebuah tanggul air di lingkungan Gindi, Kelurahan Jatiwangi.

"Tim relawan mengatakan bahwa tanggul di Jatiwangi jebol, sehingga air yang berasal dari pegunungan Jatiwangi meluap sampai ke kota," ujarnya.

Menurut dia, jebolnya tanggul tersebut akibat gundulnya kawasan hutan di wilayah pegunungan Kelurahan Jatiwangi. Padahal, kata dia, tanggul tersebut baru dua pekan lalu telah diperbaiki. ***1***

(U.KR-DBP/B/E005/E005) 23-12-2014 21:35:42

Pewarta :
Editor: Yanes
COPYRIGHT © ANTARA 2026