"Ini kebanggaan bagi Astra Motor Honda (AHM) sendiri bisa mendatangkan para jurnalis dari Jakarta dan Jawa Timur untuk menikmati keindahan Lombok melalui program Touring Honda Smart Adventure," kata Kepala Wilayah Astra Motor Mataram Wahyudi Saputra, di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin.
Perjalanan wisata menggunakan motor skutik Honda yang mengangkat tema "Honda Smart Adventure" digelar bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata.
Wahyudi menyebutkan dalam mengeksplorasi beragam kekayaan alam, budaya dan cita rasa lokal yang ada di Pulau Lombok, AHM menurunkan tiga model sepeda motor skutik terlaris, yakni "All New Honda Beat eSP", "All New Honda Vario Series", dan New Honda Scoopy eSP, yang diluncurkan pada awal Juni 2015.
Para peserta perjalanan wisata mulai mengunjungi berbagai obyek wisata di Pulau Lombok, sejak Sabtu (6/6), mulai dari wisata alam Suranadi di Lombok Barat, kemudian berlanjut ke Masjid Kuno Bayan Belek, di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Masjid itu merupakan yang pertama di bangun oleh Sunan Ampel dan Sunan Prapen, untuk menyebarkan agama Islam di Pulau Lombok.
Di lokasi ini, para jurnalis menikmati sate ikan laut khas Kabupaten Lombok Utara, sebelum menggali lebih dalam tentang sejarah masjid kuno tersebut. Kemudian mereka berkesempatan bertemu dengan tokoh adat yang masih menempati kampung adat Suku Bajo.
Usai mengunjungi obyek wisata religius di Kabupaten Lombok Utara, para peserta "touring" melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata Senggigi, untuk makan malam sambil menikmati angin segar dan deburan ombak pantai di malam hari.
Hari kedua "touring", Minggu (7/6), PT AHM mengajak para jurnalis dan "rider" motor skutik Honda menikmati keindahan pantai Tanjung Aan, yang merupakan bagian dari kawasan Mandalika Resort, di Kabupaten Lombok Tengah.
Di Mandalika Resort seluas 1.175 hektare akan dibangun kawasan wisata terintegrasi yang dikelola oleh Indonesia Tourism Developement Corporation (ITDC).
Para jurnalis dan "riders" motor skutik honda juga berkesempatan mengunjungi Desa Sade, Kecamatan Pujut, yang merupakan salah satu desa wisata yang mengandalkan komoditas kain tenun.
Usai menikmati perjalanan di wilayah Lombok Tengah, para jurnalis kemudian melanjutkan perjalanan ke Kota Tua dan Pelabuhan Ampenan, di Kota Mataram, sebelum diajak menyaksikan "peresean" di lapangan TVRI NTB.
Peresean adalah pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras (perisai disebut ende).
Wahyudi berharap para jurnalis dari media cetak dan elektronik nasional bisa menyajikan berbagai potensi obyek wisata Pulau Lombok, sehingga makin dikenal luas di tingkat nasional.
"Mungkin wisata Lombok masih tertinggal dibanding Bali, tapi masih banyak tempat-tempat eksotik yang bisa dipublikasikan untuk menarik minat wisatawan berkunjung," ujarnya. (*)
Pewarta : Awaludin
Editor:
Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2026