"Saya tekankan kepada petugas pencacah data untuk berkomitmen melakukan pendataan sesuai standar dan variabel yang ditetapkan, agar tidak mengakomodasi data yang seharusnya tidak masuk"Mataram, (Antara NTB)- Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Rolisakan meminta petugas pencacah data penduduk lebih selektif melakukan pendataan sesuai dengan standar dan variabel yang ditetapkan.
"Saya tekankan kepada petugas pencacah data untuk berkomitmen melakukan pendataan sesuai standar dan variabel yang ditetapkan, agar tidak mengakomodasi data yang seharusnya tidak masuk," katanya usai pembukaan pemutakhiran basis data terpadu di Mataram, Selasa.
Pemutakhiran basis data terpadu tersebut akan dilakukan oleh sekitar 211 orang petugas dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram.
Wakil wali kota berharap, hasil dari pemutahiran basis data terpadu 2015, betul-betul akurat dan menjadi penyempurna data-data sebelumya.
Data yang dihasilkan, bisa menjadi referensi tunggal dalam merealisasikan kebijakan-kebijakan terkait dengan kesejahteraan sosial sehingga tidak tumpang tindih dengan data-data lainnya.
Terkait dengan itu, Mohan juga mengingatkan kepada para petugas agar melakukan komunikasi dengan aparat kelurahan untuk melakukan evaluasi terhadap data yang sudah ada.
"Petugas juga harus turun langsung ke kelompok sasaran untuk mengkroscek data penduduk," ujar wakil wali kota.
Mohan mengakui, selama ini pemerintah daerah sering mendapat protes dari masyarakat yang secara nyata tidak mampu namun tidak masuk dalam basis data yang menjadi dasar pemberian program bantuan.
Untuk itulah, kegiatan pemutakhiran basis data terpadu tahun 2015 untuk program-program perlindungan sosial ini diharapkan dapat turut dikawal oleh camat dan lurah serta perangkat di tingkat bawah sehingga basis datanya tepat menggambarkan kondisi realitas masyarakat di tingkat bawah.
"Tujuannya, agar data tersebut juga dapat menjadi rujukan yang valid bagi pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota dalam mengatasi permasalahan sosial terutama terkait dengan kemiskinan," katanya. (*)
Pewarta : Nirkomala
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026