Kadin berharap tokoh politik tak buat gaduh

id Kadin Bali,Rapimprov Kadin Bali,tahun politik

Kadin berharap tokoh politik tak buat gaduh

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang disela-sela menghadiri Rapimprov Kadin Bali di Denpasar, Sabtu. ANTARA/Ni Luh Rhismawati.

Denpasar (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap para tokoh politik di Tanah Air ikut menciptakan kondisi politik yang kondusif dan tidak membuat gaduh agar ekonomi bisa tetap tumbuh positif menjelang Pemilu 2024.

"Tokoh-tokoh politik supaya mampu menciptakan kondisi politik yang kondusif dan tidak gaduh. Itu juga akan membuat ekonomi kita tumbuh positif," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang di Denpasar, Bali, Sabtu.

Menurut Sarman, ketika kondisi politik kondusif maka investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia dan pengusaha juga bisa merasa yakin. "Tetapi kalau misalnya gaduh (kondisi politik) ini juga akan membuat pengusaha-pengusaha psikologinya terganggu dan investor juga akan ragu masuk," ucapnya di sela-sela menghadiri Rapimprov Kadin Bali.

Oleh karena itu, lanjut dia, menjadi tantangan dan tugas bersama kita berharap agar proses politik di tahun politik ini bisa berjalan dengan damai, tertib dan baik. Di sisi lain, meskipun ekonomi Indonesia dapat tumbuh kuat 5,03 persen pada kuartal I-2023, namun Indonesia masih menghadapi tantangan perlambatan ekonomi global dan konflik geopolitik.

Sarman mengatakan saat ini kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja akibat dari konflik geopolitik global yang mempengaruhi inflasi di Indonesia dan ekonomi negara-negara di dunia. "Kami telah menyampaikan kepada pemerintah bagaimana kita tetap waspada akan potensi yang kita miliki dan harus diberdayakan dengan semaksimal mungkin," ucapnya.

Baca juga: Hope 2024 elections end in political reconciliation
Baca juga: BNSP lirik Namira Ecoprint menjadi proyek percontohan UMKM


Diantaranya melalui potensi dalam negeri sebagaimana Instruksi Presiden supaya belanja pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN lebih mengutamakan membeli produk dalam negeri. "Potensinya luar biasa karena belanja pemerintah daerah dan pemerintah pusat hampir Rp1.000 triliun. Kalau itu belanja produk dalam negeri kita berputar di Indonesia, itu sangat memberikan kontribusi yang positif pada pertumbuhan ekonomi kita," kata Sarman.