"Mulang Pekelem" tetap dilaksanakan di Gunung Rinjani

id Mulang Pekelem

"Mulang Pekelem" tetap dilaksanakan di Gunung Rinjani

Salah seorang petugas Balai Taman Nasional Gunung Rinjani berfose dengan latar Danau Segara Anak. (Foto Faisyal) (1)

"Sebetulnya, mereka harus saling menghormati, kalau ada apa-apa yang disalahkan kami juga"

Mataram (Antara NTB) - Ratusan umat Hindu di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, memilih bertahan di Danau Segara Anak Gunung Rinjani untuk menyelesaikan ritual "Mulang Pekelem", meskipun Gunung Barujari, meletus pada Minggu, sekitar pukul 10.45 WITA.

"Awalnya lebih dari 500-an orang, tapi informasinya ada sebagian yang sudah turun dari Danau Segara Anak," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Agus Budiono, di Mataram, Minggu.

Gunung Barujari atau yang disebut Gunung Baru berada di sisi timur kaldera Gunung Rinjani, dengan kawah berukuran 170m x 200 meter, ketinggian 2.296 - 2376 meter dari permukaan laut (mdpl).

Gunung Barujari juga disebut sebagai anak Gunung Rinjani oleh masyarakat Pulau Lombok karena terbentuk di area Danau Segara Anak Gunung Rinjani pada 1944.

Danau Segara Anak Gunung Rinjani dijadikan sebagai pusat perayaan "Mulang Pekelem" yang merupakan tradisi umat Hindu di Pulau Lombok, untuk memohon dan menjaga keharmonisan alam semesta.

Agus mengatakan, pihaknya sudah meminta masyarakat yang mengadakan ritual "Mulang Pekelem", segera meninggalkan Danau Segara Anak untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, namun mereka tetap memilih bertahan hingga acara selesai pada Selasa pagi (27/10).

Meskipun letusan Gunung Barujari masih dalam skala kecil, kata dia, pihaknya tidak berani berandai-andai, sebab jika terjadi apa-apa dengan masyarakat yang masih berada di sekitar gunung meletus, tentu proses evakuasi akan lebih sulit.

"Tapi kami tidak bisa memaksa. Sebetulnya, mereka harus saling menghormati, kalau ada apa-apa yang disalahkan kami juga," ujarnya.

Sementara ratusan wisawatan dari luar negeri dan domestik dipastikan sudah turun semua melalui jalur pendakian Torean, Kabupaten Lombok Utara. Mereka semua dalam keadaan aman.

Kepala Resort Senaru, BTNGR, Budi Soesmardi, mengatakan, upaya negosiasi dengan masyarakat yang menggelar ritual "Mulang Pekelem" sudah dilakukan, namun masyarakat tetap ingin bertahan sampai proses acara keagamaan selesai.

Upaya negosiasi melibatkan petugas dari BTNGR, aparat kepolisian, TNI Angkatan Darat, dan Badan SAR Nasional (Basarnas) Mataram.

"Petugas TNGR, kepolisian, TNI dan Basarnas tetap berada di Danau Segara Anak untuk mengawal masyarakat yang mengadakan ritual sampai selesai," ujarnya.

Dari data yang dihimpun petugas BTNGR wilayah kerja Resort Senaru, ada sekitar 600-an umat Hindu menuju Danau Segara Anak sejak Jumat (23/10), untuk mengikuti ritual "Mulang Pekelem". (*)


Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.