"Dari target yang sudah ditetapkan, kami sudah mampu merealisasikan 62 persen hingga akhir Oktober 2015"
Mataram (Antara NTB) - Bank Rakyat Indonesia Wilayah Denpasar telah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp721 miliar hingga Oktober 2015 dengan jumlah debitur 36.694 orang.

Wakil Pemimpin Wilayah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Denpasar, Agung Yugopratmo di Mataram, Selasa menyebutkan BRI menargetkan KUR sebesar Rp1,2 triliun di tiga provinsi yang menjadi wilayah kerja, yakni Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Dari target yang sudah ditetapkan, kami sudah mampu merealisasikan 62 persen hingga akhir Oktober 2015," katanya saat membuka acara seminar usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dari rakyat untuk rakyat dengan.

Kegiatan tersebut diikuti 150 pelaku usaha kecil mikro dan menengah di lima kabupaten/kota di Lombok.

Agung menyebutkan, BRI merupakan salah satu dari tiga bank milik pemerintah yang diberikan kepercayaan menyalurkan KUR pada 2015, selain PT Bank Negara Indonesia (BNI) dan PT Bank Mandiri.

Dari total Rp1,2 triliun target BRI, terdiri atas KUR mikro sebesar Rp888 miliar dan KUR ritel Rp289 miliar.

Hingga Oktober 2015, kata dia, terdapat enam kantor cabang di bawah Kantor Wilayah BRI Denpasar yang sudah mencapai target 100 persen atau lebih cepat dari waktunya, yaitu Kantor Cabang Gianyar, Bangli, Denpasar Gatot Subroto, Ubud, Negara, dan untuk wilayah NTB, hanya Kabupaten Dompu.

"Khusus untuk wilayah NTB, KUR yang sudah tersalurkan hingga Oktober 2015 sebesar 152 miliar atau sebesar 54 persen dari target dengan jumlah debitur 8.892 orang," kata Agung.

Dengan capaian 62 persen realisasi KUR hingga Oktober 2015, dia optimistis akan mampu mencapai target sebesar Rp1,2 triliun hingga akhir tahun.

Berbagai upaya akan dilakukan, seperti mengadakan seminar dalam rangka mengedukasi pelaku UMKM, khususnya yang masih pemula terkait dengan KUR.

BRI juga mengoptimalkan hari libur Sabtu dan Minggu dengan mendatangi pasar-pasar tradisional untuk memperkenalkan KUR kepada para pedangang kecil yang memiliki potensi sebagai debitur.

"Kami optimis target Rp1,2 triliun tercapai dalam sisa waktu dua bulan sampai dengan Desember 2015," ucap Agung. (*)


Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2026