Surya Biru Murni raih 12 kontrak baru

id PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk ,SBMA,industri kimia, Surya Biru Murni,liquid nitrogen,kimia

Surya Biru Murni raih 12 kontrak baru

PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA). ANTARA-HO

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan industri kimia anorganik gas PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (kode saham: SBMA) tercatat meraih 12 kontrak baru dengan customer (pelanggan) hingga periode September 2023.

Corporate Secretary SBMA Indrawijaya Rangkuti mengatakan perseroan baru saja meraih kontrak untuk pembelian liquid oxygen dengan PT Ono Kreasi Gasindo pada 1 September 2023 lalu, sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

“Untuk Balikpapan masih on progress tender di Elnusa, untuk pengadaan liquid nitrogen on progress juga dengan Kutai Refinery Nusantara untuk permintaan kebutuhan Lin-nya. Dan saat ini juga on process liquid nitrogen untuk kebutuhan PT Gemilang Utama Nusantara di Muara Wahau,” ujar Indrawijaya.

Ia merincikan, perseroan telah memproduksi ASP KDON 550/700 (ASP lama) sebanyak 302.617 meter kubik (m3) untuk periode Januari sampai Mei 2023, serta memproduksi ASP KDO 1500 Y (ASP baru) sebanyak 1,22 juta m3 untuk periode Juni sampai Agustus 2023. “Selanjutnya, ada produksi Filling Station sebanyak 1,1 juta m3, dan juga ada produk Acetylene Plant sebanyak 487 ton per Agustus 2023,” ujar Indrawijaya.

Indrawijaya mengatakan perseroan telah dengan cermat menyusun serangkaian strategi komprehensif dalam mengantisipasi tahun politik pada 2024 mendatang, dengan memastikan perusahaan tetap tangguh, mudah beradaptasi, dan tetap tumbuh.

“Perseroan percaya bahwa dedikasi terhadap nilai-nilai inti, ditambah dengan visi strategis perseroan, akan memungkinkan kami mengatasi tantangan dan meraih peluang, memastikan masa depan yang sejahtera bagi perusahaan dan pemangku kepentingan kami,” kata Indrawijaya lagi.

Dengan memantau perkembangan politik dan melibatkan pemangku kepentingan utama serta mengikuti perubahan peraturan, ia menyebut perseroan bertujuan untuk menjaga kepentingan, membina hubungan positif, dan memanfaatkan peluang yang mungkin muncul selama periode kritis tersebut.

Baca juga: Industri kimia realisasi investasi terbesar PMDN di Kaltim
Baca juga: Kimia Farma fokus kembangkan aspek inovasi dan teknologi


Sebelumnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Mei 2023 lalu, perseroan memutuskan pembagian dividen tunai senilai Rp1,39 miliar atau setara Rp1,5 per saham. Dividen tersebut telah dibagikan oleh perseroan pada 16 Juni 2023 lalu kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per 9 Juni 2023 pukul 16.00 WIB.