Jakarta (ANTARA) - Perumda Paljaya dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sepakat melakukan penjajakan kerja sama layanan pengelolaan air limbah pada stasiun, aset, dan infrastruktur yang dimiliki serta dikelola PT KAI.

Penjajakan kerja sama ini dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman yang menjadi langkah awal sinergi antara Paljaya dan PT KAI untuk mewujudkan pengelolaan air limbah yang lebih terintegrasi, profesional, dan berkelanjutan di lingkungan perkeretaapian. 

"Kerja sama ini sekaligus menegaskan komitmen Paljaya dan PT KAI dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di area stasiun maupun aset operasional lainnya," kata Direktur Utama Perumda Paljaya Untung Suryadi di Jakarta, Selasa.

Adapun ruang lingkup nota kesepahaman tersebut meliputi pengembangan dan pengelolaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T), pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), penyedotan serta pengolahan lumpur tinja atau lumpur hasil olahan IPAL secara terjadwal.

Kemudian, penyediaan sarana dan prasarana IPAL, pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), serta evaluasi atas sistem pengelolaan air limbah domestik dan limbah B3 yang telah diterapkan (existing).

Baca juga: Sebanyak 480 ribu tiket kereta Lebaran 2026 sudah terjual

Selanjutnya, kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan pembahasan teknis dan kajian lebih lanjut sebagai dasar penyusunan perjanjian kerja sama yang lebih rinci di tahap berikutnya.

Adapun sepanjang tahun 2025, Paljaya telah melaksanakan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) di bidang sanitasi di antaranya kolaborasi CSR bersama PT Sucofindo di Pancoran, kolaborasi CSR bersama PT PLN di Semper Barat, dan terbaru bersama PAM Jaya melaksanakan Revitalisasi MCK di Kelurahan Manggarai.

Baca juga: KAI memperkuat sarana KRL Jabodetabek dukung mobilitas urban-aglomerasi

"Paljaya juga mengajak PT KAI untuk ikut serta dalam program CSR di bidang sanitasi sebagai wujud kontribusi nyata bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat," kata Untung.

Kolaborasi Paljaya dan PT KAI diharapkan dapat menjadi model pengelolaan air limbah yang terintegrasi di sektor transportasi, sekaligus memperkuat peran kedua institusi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan perlindungan lingkungan.

 


 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026