Disdik Mataram menerapkan belajar daring di wilayah konflik

id Disdik siswa mataram belajar daring,Disdik,Bentrok,Kampung,Lurah,Kelurahan,Mataram,NTB,Kasus,Darng,Luring,Siswa,Murid,Nu

Disdik Mataram menerapkan belajar daring di wilayah konflik

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf SPd. (ANTARA/Nirkomala).

Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat menerapkan kebijakan belajar dalam jaringan (daring) terhadap sejumlah sekolah yang berada di wilayah konflik antar kampung, yakni di Kelurahan Monjok dan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara Mataram.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf SPd di Mataram Jumat mengatakan, kebijakan itu diambil karena situasi dan kondisi wilayah tersebut saat ini kurang aman dan nyaman bagi siswa. "Sebelum belajar daring kita terapkan, kami sudah koordinasi juga dengan Asisten I serta jajaran terkait dan minta kepala sekolah melaksanakan pembelajaran daring," katanya.

Siswa yang berada di wilayah konflik itu sekitar 1.900 siswa terdiri atas siswa SD dan SMP. Untuk SMPN di kawasan itu ada sekitar 9.000 siswa di SMPN 4 Mataram. "Sedangkan SDN jumlah siswa ada sekitar 1.000 anak di beberapa SD, salah satunya SDN 15 Mataram yang berdekatan dengan SMPN 4 Mataram," katanya.

Yusuf menjelaskan, pembelajaran dengan sistem daring ini akan diberlakukan sampai kondisi wilayah tersebut aman, dan Disdik akan terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian di kawasan itu. "Kalau kondisi sudah aman, silakan sekolah kembali melaksanakan belajar secara luar jaringan (luring)," katanya.

Dia juga mengimbau masyarakat di dua kampung yang bentrok agar tetap tenang, sehingga anak-anak mereka juga bisa nyaman menuntut ilmu. "Jangan sampai korbankan anak-anak untuk kepentingan kita sebagai orang tua. Tetapi mari kita pikirkan kepentingan dan masa depan anak," katanya.

Baca juga: Merunut sejarah pembagian wilayah Palestina dan Israel
Baca juga: Merunut sejarah pembagian wilayah Palestina dan Israel


Terkait dengan hal itu, dia mengajak masyarakat agar menyelesaikan kejadian tersebut secara arif dan bijaksana. "Kami tidak ingin anak-anak menjadi korban akibat masalah ini," katanya.