Sebanyak 1.053 warga Kota Bengkulu telah menggunakan KTP digital

id Penggunaan IKD di Bengkulu,Dukcapil Kota Bengkulu,Pemkot Bengkulu,Kota Bengkulu,Bengkulu

Sebanyak 1.053 warga Kota Bengkulu telah menggunakan KTP digital

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu Widodo. ANTARA/Anggi Mayasari

Kota Bengkulu (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu mencatat sebanyak 1.053 warga telah menggunakan identitas kependudukan digital (IKD) atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) digital.

"Ini mencapai 3,9 persen dari 25 persen target nasional dan target kita sekitar 27 ribu warga Kota Bengkulu yang menggunakan IKD," kata Kepala Dukcapil Kota Bengkulu Widodo di Bengkulu, Sabtu.
 
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat wajib KTP untuk melakukan pembaruan kartu identitas dengan melakukan perekaman IKD.
 
Meskipun, untuk penyetaraan identitas kependudukan digital dengan KTP elektronik dalam aspek keabsahan masih sulit dilakukan karena saat mengurus keperluan yang membutuhkan kartu identitas harus menggunakan KTP fisik dan tidak dapat dilakukan menggunakan IKD karena dasar regulasi untuk penerapannya belum ada.
 
Namun, Dukcapil terus mendorong masyarakat untuk menggunakan IKD, hal tersebut dilakukan agar Kota Bengkulu siap dalam pergeseran ke era digital.
 
"Sebab, aplikasinya tersebut tidak berbayar dan untuk masyarakat yang mendaftar, Dukcapil siap membantu mereka baik dengan sistem jemput bola dan datang ke kantor,” ujar Widodo.
 
Untuk masyarakat yang ingin mengganti KTP karena rusak atau pun tambah data, akan diarahkan untuk aktivitas identitas kependudukan digital.
 
Sebelumnya, Dukcapil melakukan aksi jemput bola untuk melakukan perekaman terhadap 7.347 pemilih pemula di Kota Bengkulu.
 
Untuk itu, Dukcapil Kota Bengkulu memfasilitasi dan mendorong partisipasi pemilih pemula, dengan melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik ke sekolah-sekolah.
 
"Hal tersebut dilakukan guna memastikan bahwa calon pemilih pemula dan semua warga yang memenuhi syarat, dapat terdaftar dan memiliki KTP elektronik saat mendekati Pemilihan Umum (Pemilu) 2024," terangnya.
 
Program perekaman jemput bola tersebut dilakukan agar dapat memberikan akses yang lebih mudah dan informasi yang dibutuhkan kepada para pemuda.

Baca juga: KTP digital di Samarinda capai 11,6 persen
Baca juga: Kota Surabaya terapkan KTP digital untuk transaksi perbankan pertama

 
Oleh karena itu, dirinya berharap bahwa pemilih pemula nanti akan lebih siap untuk memberikan suara mereka pada Pemilu 2024.
 
"Saat ini sudah ada ribuan data perekaman KTP yang masuk dalam antrean siap dicetak, proses pencetakan KTP ini ditargetkan tuntas akhir tahun ini," sebut Widodo.