"Penurunan bus AKAP ini sudah terjadi sejak 10 tahun terakhir,"Mataram (Antara NTB) - Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Nusa Tenggara Barat Agung Hartono mengatakan jumlah angkutan yang akan melayani arus mudik lebaran khususnya bus antar kota antar provinsi (AKAP) di daerah itu sudah jauh menurun.
"Penurunan bus AKAP ini sudah terjadi sejak 10 tahun terakhir," kata Agung Hartono di Mataram, Kamis.
Ia menjelaskan penurunan armada bus AKAP yang melayani rute NTB ke kota-kota lain di luar daerah itu, bukan karena berkurangnya jumlah bus melainkan keputusan perusahaan otobus (PO) yang mengurangi rute.
Hal itu disebabkan terus berkembangnya transportasi udara melalui Lombok Internasional Airport (LIA) sehingga menyebabkan banyak penumpang yang dulunya menggunakan bus beralih menggunakan pesawat terbang.
"Sekarang perusahaan bus AKAP di NTB ini tinggal 40 persen dari jumlah yang ada," ujarnya.
Ia menyebutkan ada beberapa rute yang masih sampai saat ini dilayani bus dari NTB yakni Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, dan Malang Jawa Timur dengan jumlah armada 58 bus.
Sedangkan armada Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) sebanyak 612 bus.
"Jumlah armada bus ini belum termasuk dengan 14 bus cadangan," katanya.
Sementara dalam kaitan keamanan dan keselamatan penumpang bus, Agung menjamin seluruh pemeriksaan terhadap transportasi itu melalui pengecekan ketat kendaraan hingga supir akan di perketat.
Hal ini untuk menghindari sekaligus langkah antisipasi terjadinya kecelakaan sehingga proses arus mudik lebaran tahun ini tidak menemui hambatan.
"Semua yang berkaitan dengan kelengkapan dokumen kendaraan, supir akan dilakukan pemeriksaan. Termasuk tes urine untuk memastikan para supir bebas dari narkoba," ucapnya.
Disamping dari kesiapan sarana transportasi, pihaknya juga akan melakukan pengawasan melalui penempatan personil bersama kepolisian pada jalur jalan raya,.
Namun pengurangan jumlah bus dan daerah tujuan itu tidak berpengaruh pada kesiapan angkutan darat di NTB menghadapi arus mudik lebaran tahun 2016.
"Kami menjamin tidak akan ada masalah selama saat Lebaran tahun ini baik di pelabuhan laut, transportasi darat dan udara," tandas Agung. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026