Wawali Bogor meminta dunia presenter awas terhadap hoaks gunakan AI

id Bogor, HUT LKBN ANTARA, UIKA, Lomba presenter,AI,Hoaks

Wawali Bogor meminta dunia presenter awas terhadap hoaks gunakan AI

Wakil WAli Kota Bogor Dedie Abdul Rachim saat memberi sambutan dalam pembukaan pembekalan lomba presenter tingkat nasional dalam rangkaian HUT ke-86 LKBN Antara di Universitas Ibn Khaldun Bogor, Senin (20/11/2023). (ANTARA/Arif Firmansyah)

Kota Bogor (ANTARA) - Wakil Wali Kota Bogor, Jawa Barat Dedie Abdul Rachim meminta para pegiat media massa daring, konten kreator dan presenter muda mewaspadai berita bohong alias hoaks menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di tengah tahun politik. 
 

Dedie Rachim saat membuka kegiatan pembekalan lomba presenter tingkat nasional dalam rangkaian HUT ke-86 LKBN ANTARA di Universitas Ibn Khaldun, Senin, mengatakan seiring dengan perkembangan teknologi digital, dunia jurnalistik perlu mengantisipasi pengaruh AI dalam penyebaran hoaks yang dapat memecah belah bangsa. 

"Bahkan, ada juga video AI hoaks kadang tetap didengar dan dilihat oleh pengguna media sosial. Padahal isinya mungkin tidak benar. Ini yang perlu diantisipasi dan ditanggulangi" kata Dedie. 

Pembukaan acara lomba presenter tingkat nasional dalam rangkaian HUT ke-86 Antara dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bogor Dedie Abdul Rachim, Rektor UIKA Profesor Mujahidin, Kepala LKBN Antara Biro Penyangga Jakarta Budi Setiawanto. 

Dalam kegiatan ini dilaksanakan pembekalan yang diberikan oleh praktisi presenter dan CEO media massa dari Popers.id Saldy Soerianata, Ketua Program Magister KPI Pascasarjana UIKA Dewi Anggrayni Phd, dosen Universitas Pancasila Dr Jufri Alkatiri dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Inovasi dan Pengembangan UIKA Dr Budi Susetyo. 

Menurut Dedie, konsentrasi pendidikan jurnalistik penting menjadi benteng bagi media daring dan pegiat media sosial dan bibit presenter muda dalam membuat konten atau siaran. 

Berita berkualitas akan menggiring masyarakat untuk lebih bijak  dalam menyikapi isu, fakta, data dan aktualitas.

Kode etik jurnalistik, kata Dedie, perlu kembali digaungkan melalui edukasi yang disampaikan kepada para calon presenter muda. 

Kepala LKBN Antara Biro Penyangga Jakarta Budi Setiawanto menyampaikan,  pengembangan AI dalam dunia jurnalistik dapat disikapi oleh media massa dan pegiat media digital dengan bijak. 

Kehadiran AI tidak serta merta menggantikan peran jurnalis dalam melaporkan sebuah berita dalam situasi tertentu yang membutuhkan penggambaran suasana.

"Talenta presenter muda harus ditempa wawasan jurnalistik, penguasaan teknologi dan kemanfaatan yang baik bagi publik dan profesi jurnalistik," katanya.

Lomba presenter tingkat nasional tersebut didukung oleh PT Jamkrindo, Kebun Raya Bogor, dan sejumlah pihak.