Mataram, 11/6 (ANTARA) - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan terus berupaya semaksimal mungkin meningkatkan kualitas mutu pendidikan di provinsi ini.

   "Kami akan berupaya memberikan yang terbaik untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan sebagai amanat yang diberikan pemerintah melalui tunjangan profesi pendidikan (TPP) yang ditandatangani presiden," kata Ketua PGRI, H. Ali A Rahim di Mataram, Kamis.

   Ia mengatakan, sebanyak 58.923 guru di daerah ini merasa lega menyusul keluarnya TPP berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 tahun 2009 yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 8 Juni 2009.

   Hal itu merupakan bentuk perhatian serius pemerintah terhadap kesejahteraan guru di Indonesia termasuk di NTB.

   "Sebagai bentuk terima kasih kepada pemerintah saya mengimbau kepada seluruh anggota saya agar mereka mengimbangi kesejahteraan yang diberikan dengan bekerja keras melalui pengabdian yang ikhlas dan jujur," katanya

Ia mengatakan, pihaknya bersama kepala sekolah dan masyarakat serta organisasi guru di masing-masing kabupaten/kota di daerah ini akan memantau kinerja para guru yang sudah mendapatkan dana TPP itu.

   "Jika ada guru yang tidak bekerja secara profesional, kami sebagai organisasi profesi pendidikan berhak melakukan teguran dan memberikan sanksi," ujarnya.

   Pemberian tunjangan profesi guru ini akan diberikan selama menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui rekening masing-masing, kecuali bagi sejumlah guru yang statusnya berubah menjadi kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD).

   "Guru yang diberikan jabatan lain selain profesi guru tidak berhak memperoleh TPP karena itu juga merupakan rangkaian keputusan dari PP itu," ujarnya.

   Dengan lahirnya PP itu, Rahim berharap kepada seluruh guru di di daerah ini untuk bekerja secara optimal melalui pengabdian yang sungguh-sungguh, sehingga pekerjaan yang dilakukan sebanding dengan hak yang diperoleh.

   Disamping itu yang paling penting adalah komitmen guru terhadap tugas yang diemban dan apabila komitmen tersebut dijadikan sebagai kunci utama, maka lima komponen guru profesional itu optimistis dapat terlaksana dengan baik.

   Ia mengatakan, jumlah tunjangan yang diperoleh setiap guru sama besarnya dengan gaji yang diperoleh setiap bulannya dan disesuaikan dengan pangkat atau golongan serta diberikan secara berkelanjutan.

   "Selain pemberian tunjangan profesi perhatian pemerintah lainnya terhadap guru yaitu semua guru sudah harus mendapatkan sertifikasi pada 2015 dan menyekolahkan guru-guru muda yang belum sarjana" ujarnya. (*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026