Sebanyak 40 calon pimpinan dan dewas KPK jalani asesmen hari ini

id KPK,Pansel Capim KPK ,Capim KPK ,Dewas KPK

Sebanyak 40 calon pimpinan dan dewas KPK jalani asesmen hari ini

Suasana asesmen Capim dan Dewas KPK di Gedung Pusdiklat Setne, Jakarta Selatan, Rabu (28/8/2024). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 40 Calon Pimpinan (Capim) dan Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menjalani asesmen di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekretariat Negara (Pusdiklat Setneg), Jakarta Selatan.

Tercatat ada 40 peserta asesmen Capim dan 40 peserta asesmen Dewas yang mengikuti tes di lokasi tersebut. Para peserta menjalani asesmen secara bersamaan di satu ruangan.

Peserta asesmen Capim KPK tampak mengenakan mengenakan pengenal berwarna merah, sedangkan peserta asesmen Dewas KPK menggunakan tanda pengenal berwarna hitam.

Asesmen tersebut akan digelar pada 28-29 Agustus 2024 dimulai pukul 07.00-18.00 WIB dan terbagi dalam beberapa sesi.

Baca juga: Calon Pemimpin KPK Ike Edwin sebut KPK harus jadi raja pemberantasan korupsi
Baca juga: Berikut empat mantan pegawai KPK yang ikut daftar seleksi Capim KPK


Tampak hadir di lokasi asesmen mantan Menteri ESDM Sudirman Said, Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dan Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar.

Sebelumnya, Pansel Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK mengumumkan 40 nama calon pimpinan KPK yang telah lolos mengikuti tes tertulis. Adapun tes tertulis calon pimpinan KPK untuk masa jabatan tahun 2024-2029 telah dilaksanakan pada 31 Juli 2024.

Peserta yang dinyatakan lulus ter tertulis tersebut akan mengikuti seleksi tahap berikutnya, yaitu profile assesment, yang akan diselenggarakan pada 28-29 Agustus 2024. Masyarakat pun dapat memberikan tanggapan terhadap nama-nama calon pimpinan dan dewas KPK ini sampai 24 Agustus 2024.

Berikut nama-nama calon pimpinan KPK yang sudah lolos tes tertulis:

1. Achmad Zubair (PNS)
2. Agung Setya Imam Effendi (PNS)
3. Agus Joko Pramono (Akademisi)
4. Ahmad Alamsyah Saragih (BUMN/BUMD)
5. Albertus Usada (Hakim),
6. Andi Herman (Jaksa)
7. Andi Pangerang Moenta (PNS)
8. Dadang Herli Saputra (Akademisi)
9. Didik Agung Widjanarko (Polri)
10. Djoko Poerwanto (Polri)
11. Erdianto (Akademisi)
12. Fitroh Rohcahyanto (Jaksa)
13. Giri Suprapdiono (PNS)
14. Gunarwanto (PNS)
15. Harli Siregar (Jaksa)
16. I Nyoman Wara (PNS)
17. Ibnu Basuki Widodo (Hakim)
18. Ida Budhiati (akademisi)
19. Imron Rosyadi Hamid (akademisi)
20. Johan Budi Sapto Pribowo (lembaga negara)
21. Johanis Tanak (lembaga negara)
22. Michael Rolandi Cesnanta Brata (PNS)
23. Minanoer Rachman (Hakim)
24. Muhammad Yusuf (PNS)
25. Nurul Ghufron (lembaga negara)
26. Nuryanto (PNS)
27. Pahala Nainggolan (PNS)
28. Poengky Indarti (lembaga negara)
29. R Benny Riyanto (PNS)
30. R Z Panca Putra S (PNS)
31. Rakhmad Setyadi (Polri)
32. Rios Rahmanto (Hakim)
33. Sang Made Mahendrajaya (lain2)
34. Setyo Budiyanto (Polri)
35. Subagio (akademisi)
36. Sudirman Said (akademisi)
37. Sugeng Purnomo (Jaksa)
38. Vera Diyanty (akademisi)
39. Wawan Wardiana (PNS)
40. Yanuar Nugroho.