Kapolda NTB Brigjen Polisi Surya Iskandar kepada wartawan di Mataram, Rabu, mengatakan beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berniat membantu polri membangun pos polisi di pulau wisata itu.
Terutama di Gili Trawangan yang paling banyak pengunjungnya, yakni mencapai ribuan orang dalam setahun.
"Rupanya niat untuk membangun pos polisi itu tertunda lagi, kami pun harus berkoordinasi lagi," ujarnya.
Kini, Gili Trawangan dan kedua gili lain yang terletak berdampingan itu telah menjadi bagian dari wilayah administrasi daerah otonom baru Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Dengan demikian, jajaran Polda NTB dituntut untuk berkoordinasi dengan Pemerintah KLU terkait kepentingan pembangunan pos polisi di pulau wisata itu.
Kendati demikian, menurut Brigjen Iskandar, sejauh ini kehidupan bermasyarakat di ketiga pulau wisata itu relatif aman dan terkendali, meskipun terkadang mencuat persoalan hukum yang membutuhkan kehadiran aparat kepolisian.
Ketiga gili itu masih berada di bawah pengawasan langsung aparat Polsek Senggigi yang berlokasi di bagian utara Pulau Lombok.
"Demi stabilitas kamtibmas di gili wisata itu kami tingkatkan patroli rutin yang melibatkan personel Satuan Polisi Air dan Udara (Sapolairud) menggunakan kapal patroli," ujarnya.
Gili Trawangan merupakan pulau kecil yang luasnya hanya 360 hektare dengan panjang tiga kilometer dan lebar dua kilometer.
Pulau yang dihuni sekitar 800 jiwa itu merupakan kawasan wisata yang sudah dikenal luas kalangan wisatawan mancanegara maupun domestik, yang setiap tahun pengunjungnya mencapai ribuan orang.
Gili Trawangan dapat ditempuh hanya 15 menit jika menggunakan perahu motor atau 50 menit dengan perahu bermesin tempel dari pantai Pulau Lombok.
Bahkan, Gili Trawangan merupakan "surga" bagi wisatawan mancanegara karena memiliki keindahan alam bawah laut dengan karang biru (blue coral) dan pesona alam di daratan yang menyejukkan hati.
Sementara Gili Meno juga memiliki panorama alam yang disenangi para wisatawan mancanegara, karena pasirnya putih dan di gili itu terdapat taman burung dengan koleksi sejumlah burung langka di Indonesia.
Gili Air lebih natural dan tidak banyak dihuni penduduk tetap, namun ditumbuhi banyak pohon kelapa dan tanaman perdu.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026