Pantai Mataram rawan rob

id gelombang pasang

AIR LAUT PASANG Seorang bapak membawa kompor saat terjadi pasangnya air laut di lingkungan Bintaro Jaya, Ampenan, Sabtu malam (27/12). Air pasang setinggi sekitar 30 cm merendam 3 RT dilingkungan tersebut menyebabkan 4 rumah warga dan sejumlah perahu rusak diterjang gelombang setinggi 3 meter, serta 3 hektar tanaman padi terendam.(FOTO: Ahmad Subaidi/ANTARAMataram.com)

     Mataram (Antaranews NTB) - Pantai Mataram, Nusa Tenggara Barat, rawan rob dan gelombang pasang sehingga menjadi pusat perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram.
     "Sejumlah titik rawan bencana itu, antara lain di sepanjang sembilan kilometer pantai Mataram," kata Kepala Bidang Pencegahan Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Kurnia Mulyadi, di Mataram, Selasa.
     Selain itu, sepanjang aliran sungai karena rawan longsor akibat debit air naik ketika intensitas hujan tinggi.
      Oleh karena itu, katanya, sejak hujan turun pertama di Mataram beberapa hari lalu, empat petugas aktif melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan bencana tersebut. Mereka patroli secara bergantian mulai dari pagi, siang, sore, hingga malam.
     "Alhamdulillah dari hasil pantauan sementara kondisi bencana pada titik-titik rawan tesebut masih relatif aman," katanya.
      Namun demikian, pihaknya tidak mau lengah terhadap kondisi saat ini sehingga tetap waspada dan terus melakukan pengawasan terhadap titik rawan bencana.
      Pihaknya juga melakukan koordinasi lintas sektor, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), ketika menemukan drainase yang tersumbat akibat sampah yang menyebabkan luapan air ke jalan dan memicu genangan.

 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar