Mataram (ANTARA) - Jajaran Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bergerak cepat melaksanakan gotong-royong di wilayah pesisir Kelurahan Bintaro, untuk membantu warga yang terdampak gelombang pasang pada Kamis (22/1-2026).

Kegiatan gotong-royong itu dipimpin langsung Wali Kota Mataram Mohan Roliskana bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri serta seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) Kota Mataram.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana di Mataram, Sabtu, mengatakan kegiatan gotong-royong itu merupakan respons cepat atas dampak gelombang pasang yang menyebabkan kerusakan pada pemukiman warga dan infrastruktur di kawasan tersebut.

"Langkah cepat ini kami lakukan sebagai upaya pemulihan awal kondisi lingkungan dan pemukiman masyarakat terdampak," katanya.

Baca juga: Banjir rob terjang Ampenan, Pemprov NTB dan Pemkot Mataram siapkan relokasi warga

Dalam kegiatan tersebut, seluruh jajaran ASN Kota Mataram dibantu TNI/Polri bahu-membahu membantu masyarakat membersihkan sampah dan material sisa bencana yang berserakan di sekitar pantai, rumah warga terdampak, serta fasilitas umum.

"Kegiatan gotong-royong itu menjadi wujud sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana serta mempercepat proses pemulihan lingkungan," katanya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, dampak gelombang pasang dengan ketinggian 2-3 meter pada Kamis (23/1) mengakibatkan 18 unit rumah rusak yang ditempati 25 kepala keluarga (KK) atau sekitar 100 jiwa. Saat ini mengungsi di masjid dan rumah keluarga terdekat.

Untuk bantuan karung, BPBD sudah memberikan bantuan 300 karung untuk diisi pasir kepada warga setempat guna mencegah air masuk ke rumah warga. Karung yang dibagikan khusus untuk rumah, bukan untuk tanggul darurat di pinggir pantai.

"Sementara tanggul darurat di pinggir pantai digunakan jenis geobag dari BWS, karena lebih kuat dan tahan lama," katanya.

Wali kota juga sudah meminta BPBD Kota Mataram membangun dua posko komando untuk para pengungsi, dan posko logistik di Kampung Bugis.

Baca juga: Lumpur pascabanjir menumpuk, Damkar Mataram turun bersihkan jalan

Posko logistik itu untuk dapur umum dan penyaluran logistik bantuan kepada pada korban dan tepat sasaran, mengingat semua warga saat ini belum bisa beraktivitas karena rumah mereka rusak.

"Selain bantuan bahan makanan, Dinsos juga sudah menyiapkan makanan siap makan melalui dapur umum," katanya.

Wali kota menambahkan sesuai prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan perubahan cuaca berupa hujan deras disertai petir, angin kencang, dan gelombang tinggi, akan berlangsung sampai 26 Januari 2026.

"Karena itu kami imbau agar masyarakat terus waspada dan memantau kondisi perubahan cuaca guna mengurangi risiko bencana," katanya.

Baca juga: Banjir Mataram, Dinkes turunkan tim gerak cepat cek kesehatan warga



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026