Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mendorong usaha kecil menengah (UKM) "naik kelas" lewat program pelatihan inovatif dan studi tiru ke Surabaya, Jawa Timur.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Perinkop UKM) Kota Mataram Jemmy Nelwan di Mataram, Minggu, mengatakan, program itu sebagai bentuk komitmen pemerintah kota untuk memberikan kesempatan pelaku UKM untuk memperluas wawasan dan kapasitas mereka.
"Program pelatihan dan studi tiru akan kami laksanakan selama tiga hari yakni 18–20 Mei 2026, ke pabrik Bogasari, Surabaya," katanya.
Para pelaku UKM yang dilibatkan merupakan perwakilan UKM sukses antara lain Dewi Catering, Nutsafir Cookies, Bima Chicken, dan beberapa UKM lainnya.
Kunjungan tersebut dimaksudkan, agar para pelaku UKM dapat melihat langsung proses produksi skala besar, mulai dari bahan baku, proses pengemasan dan pemasaran sehingga ke depan, produksi UKM di Kota Mataram bisa "naik kelas" menjadi produk unggulan daerah baik dalam maupun luar negeri.
"Harapannya, mereka bisa membawa inovasi baru ke Mataram yang nantinya mampu membuka lapangan kerja lebih luas bagi masyarakat sekitar," katanya.
Selain fokus pada UKM yang sudah berkembang, Disperin juga memberikan perhatian besar pada pemberdayaan warga di tingkat akar rumput melalui berbagai pelatihan kerja.
Salah satu program unggulan yang sedang berjalan adalah pelatihan pembuatan sepatu bagi warga di kawasan Turide dan para sol sepatu yang ada di pinggir jalan.
Baca juga: Pemkot perkuat identitas batik Mataram menuju kancah internasional
Dalam pelatihan itu, peserta diajarkan untuk mengombinasikan bahan sepatu dengan kain lokal berupa batik Mataram. Selain sepatu, pelatihan ini juga mencakup pembuatan tas dan kerajinan rajutan untuk produk perlengkapan rumah tangga seperti tutup kulkas, tudung saji, dan lainnya.
Menurutnya, program pelatihan tersebut tidak akan berhenti setelah pelatihan selesai sebab pihaknya akan terus melakukan kontrol dan pembinaan bagi peserta yang menunjukkan keseriusan untuk maju.
Baca juga: Dinas Koperasi dan UKM Dompu percepat RAT Koperasi Merah Putih
Untuk urusan permodalan, pihaknya mengarahkan para pelaku usaha baru untuk bergabung dengan Koperasi Merah Putih.
Melalui koperasi tersebut, para wirausaha diharapkan bisa mendapatkan bantuan modal untuk mengembangkan inovasi produk mereka agar tidak monoton dan mampu bersaing di pasar.
"Setelah pelatihan, peserta terus kami dampingi agar bisa berkembang dan mandiri hingga mampu menghasilkan karya unggulan khas Kota Mataram," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026