Mataram (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Perinkop UKM) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, terus memberikan pelatihan kerja bagi pengangguran sebagai upaya percepatan penurunan kemiskinan ekstrem di kota itu.

Kepala Dinas Perinkop UKM Kota Mataram Jemmy Nelwan, di Mataram, Minggu, mengatakan, beberapa kegiatan pelatihan sudah dilaksanakan, antara lain merajut, menjahit, pembuatan kue, sablon, dan pertukangan logam.

"Untuk pekan depan kami juga akan memberikan pelatihan lagi yakni pelatihan las untuk pengembangan industri las di tengah masyarakat," katanya.

Menurutnya, dalam setiap kegiatan pelatihan tersebut peserta diprioritaskan merupakan warga Kota Mataram, belum bekerja atau pengangguran, dan masuk dalam data tunggal sosial ekonomi (DTSEN) desil 1-5.

Bahkan data peserta diverifikasi melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) serta Bappeda (Badan Perencana Pembangunan Daerah) untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Setelah pelatihan, para peserta akan mendapatkan bantuan peralatan untuk mendukung keterampilan yang sudah didapatkan sesuai dengan pelatihan yang diikuti seperti peralatan menjahit, merajut, membuat kue, dan lainnya.

Baca juga: Pemkot Mataram memdorong UKM "naik kelas" lewat pelatihan inovatif

"Setelah pelatihan, tim kami akan melakukan pendampingan agar peserta bisa membuka lapangan kerja secara mandiri dan bisa keluar dari kemiskinan ekstrem," katanya.

Hal serupa juga akan diberikan kepada peserta pelatihan industri las yang akan dilaksanakan pekan depan bekerja sama dengan sektor perbengkelan. Pelatihan itu direncanakan diikuti sekitar 30 hingga 40 peserta.

"Program pelatihan las dilaksanakan berdasarkan aspirasi masyarakat yang ingin memperdalam teknik pengelasan dengan berbagai model, serta peluang kerja yang dinilai terbuka," katanya.

Baca juga: Mataram promosikan batik khas Mataram di ajang KK-NTB 2026

Selain las, tambah Jemmy, Dinas Prinkop UKM juga memberikan perhatian pada sektor kreatif dan informal. Salah satu program unik yang telah dilaksanakan adalah pembuatan sepatu dengan motif batik Mataram atau tenun.

Menariknya, Dinas merangkul para perajin sol sepatu pinggir jalan untuk ikut serta dalam pelatihan ini agar mereka dapat meningkatkan nilai jual produk dan membantu ekonomi keluarga.

"Dengan adanya berbagai pelatihan itu, kami berharap para ibu rumah tangga dapat membantu pendapatan suami dan para pemuda yang belum bekerja memiliki bekal keterampilan untuk berwirausaha secara mandiri yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Menyinggung tentang sumber anggaran, Jemmy menambahkan, kegiatan pelatihan kerja tersebut berasal dari berbagai sumber termasuk Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dana rutin, serta dana Pokir (Pokok Pikiran) Dewan Kota Mataram.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026