Mataram, 27/7 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah mengkaji penyebab penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pasca ledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jumat (17/7) lalu.
"Ledakan bom itu berpotensi mengakibatkan penurunan kunjungan wisatawan, nanti dikaji dan dievaluasi dulu," kata Gubernur NTB, Zainul Majdi, ketika mengomentari dampak ledakan bom di Mega Kuningan Jakarta itu saat ditemui wartawan di Mataram, Senin.
Selain akibat ledakan bom, pengkajian dan evaluasi terhadap penurunan kunjungan wisatawan di wilayah itu juga erat kaitannya dengan isu penyebaran virus H1N1 (flu babi), meskipun belum ada warga NTB yang positif tertular virus influenza itu.
Gubernur NTB periode 2008-2013 itu mengaku, belum mendapat laporan tentang data kunjungan wisatawan yang mengalami penurunan akibat ledakan bom itu, namun ia tetap optimis target Visit Lombok Sumbawa (VLS) sebanyak satu juta wisatawan di tahun 2012 akan terealisasi.
Jumlah kunjungan wisatawan ke wilayah NTB sampai akhir tahun 2008 baru mencapai 450 ribu per tahun, namun masih didominasi oleh wisatawan dosemtik.
Pada tanggal 6 Juli lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meluncurkan VLS 2012 itu di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, NTB.
Saat itu, presiden SBY menyatakan Lombok NTB merupakan salah satu daerah pariwisata strategis yang harus dikembangkan untuk mendukung pencapaian target Visit Indonesia Year (VIY) secara berkelanjutan.
Presiden juga menyatakan VLS 2012 merupakan bagian dari upaya bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menggali potensi wisata kemudian mempromosikannya.
"Kegiatan ini sangat penting untuk pengembangan daerah pariwisata strategis baru selain Bali. Saya minta Menbudpar untuk mengkoordinasikan dengan berbagai pihak terkait pengembangan sektor pariwisata di wilayah NTB ini," ujar SBY dihadapan ratusan pelaku pariwisata di wilayah NTB.
Lebih lanjut Gubernur NTB mengatakan, rencana kunjungan ke suatu daerah wisata biasanya direncanakan sejak enam bulan sebelumnya, sehingga belum bisa terukur dampaknya jika belum enam bulan pascaledakan bom yang berdampak luas itu.
Ia pun berharap, penurunan jumlah kunjungan wisatawan pascaledakan bom di Jakarta itu tidak signifikan karena NTB merupakan daerah yang tidak ada kaitannya dengan aksi teroris.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Lalu Gita Ariadi, juga mengakui adanya penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung ke NTB, meskipun tidak disertai data konkrit.
"Masih dievaluasi, belum tahu datanya. Mudah-mudahan tidak banyak," ujarnya.
Sejumlah pelaku wisata di kawasan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, juga membenarkan penurunan jumlah wisatawan di salah satu obyek wisata andalan NTB itu sejak ledakan bom di kedua hotel mewah di Jakarta itu.
Salah satu indikasi penurunan kunjungan wisatawan itu yakni jumlah pengunjung restoran dan tempat hiburan malam di kawasan wisata Senggigi yang berbeda jika dibandingkan dengan kondisi sebelum ledakan bom.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026